TribunPontianak/

Empat Wilayah Kalbar Jadi Fokus Restorasi Gambut

Menurutnya, keterlibatan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pelaksanaan restorasi gambut agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Nazir Foed mengatakan, pada tahun 2017, restorasi gambut akan dilakukan di empat wilayah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) yaitu KHG Sungai Kapuas-Sungai Simpang Kanan, KHG Sungai Landak-Sungai Mempawah, KHG Sungai Punggur Besar-Sungai Ambawang, dan KHG Sungai Ambawang-Sungai Kubu. 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pelaksanaan restorasi gambut agar pelaksanaannya tepat sasaran. 

“Upaya restorasi gambut memerlukan kerjasama dan dukungan banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, kelembagaan adat, kelompok masyarakat sipil, dan tentunya masyarakat secara keseluruhan di Kalimantan Barat,” katanya, (19/4/2017).

Nazir menilai restorasi gambut perlu berjalan atas dasar antisipasi dampak sosial, ekonomi, lingkungan, yang tidak diinginkan masyarakat.

Baca: 12 Kabupaten di Kalbar Jadi Prioritas Badan Restorasi Gambut 

Karena itu, persetujuan masyarakat terhadap rencana dan pelaksanaan restorasi adalah hal utama yang harus dipenuhi.

Sosialisasi program restorasi gambut dilaksanakan agar para pihak memahami dan mengetahui secara utuh peran tugas dan fungsi BRG dalam restorasi gambut baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam sosialisasi program yang dihadiri SKPD provinsi, kabupaten-kabupaten yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut, balai taman nasional, akademisi, NGO, perwakilan masyarakat, dan sektor swasta, akan disampaikan bagaimana restorasi gambut dilaksanakan dan apa yang menjadi target BRG di Kalbar khususnya di tahun ini.

“BRG dan TRGD mendapat masukan dari para pihak tentang strategi pelaksanaan restorasi gambut di Kalbar,” ucapnya.

Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri menambahkan, saat ini juga sedang berlangsung pelatihan dan pembekalan bagi fasilitator restorasi gambut di tingkat desa dan tenaga pemetaan partisipatif pemetaan sosial.

Sebanyak 64 orang perwakilan dari Kalimantan Barat selama sepekan akan mendalami keahlian fasilitasi masyarakat dan pemetaan sosial untuk mendukung implementasi strategi restorasi gambut.

“Minggu depan, mereka sudah mulai ditempatkan di desa-desa prioritas restorasi gambut Kalbar di dua kabupaten,” tambahnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help