TribunPontianak/

Citizen Reporter

Chirstiandy Sanjaya: Jadikan Narkoba Musuh Bersama

Kejahatan narkoba yang terjadi di Indonesia terlebih lagi di Kalimantan Barat harus kita perangi bersama-sama.

Chirstiandy Sanjaya: Jadikan Narkoba Musuh Bersama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Acara Malam Ramah Tamah Kunjungan Kepala BNN RI ke Prov Kalbar di Istana Rakyat Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (18/04/2017). 

Citizen Reporter
Rinto
Humas Pemprov Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejak 2015 lalu Presiden RI Joko Widodo sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Tak hanya merusak masa depan bangsa, Presiden menganggap kejahatan luar biasa.

Terlebih lagi kejahatan narkoba yang terjadi di lintas negara dan terorganisasi sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius dan mendesak.

"Kejahatan narkoba yang terjadi di Indonesia terlebih lagi di Kalimantan Barat harus kita perangi bersama-sama, sebelum narkoba merusak para generasi-generasi muda dan moral bangsa kita lebih jauh lagi" tegas Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Christiandy Sanjaya, SE.MM dalam acara Malam Ramah Tamah Kunjungan Kepala BNN RI ke Prov Kalbar di Istana Rakyat Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (18/4/2017).

Provinsi Kalimantan Barat saat ini telah menjadi jalur untuk peredaran narkoba termasuk jaringan Internasional, karena kondisi geografisnya yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia (Serawak) dan Brunei Darussalam sehingga banyak akses dan pintu yang dapat digunakan para penggedar narkoba untuk melakukan transaksi narkoba di Kalimantan Barat.

Baca: Kajati Kalbar Minta Kedepankan Upaya Preventif Dalam Penyelesaian Kasus di Mempawah

"Peredaran narkoba di Indonesia sudah berada di level bahaya dan sangat memprihatinkan. Berbagai macam cara dan modus yang dilakukan oleh para pengedar narkoba untuk dapat mengedarkan narkoba ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk di Kalimantan Barat" ungkapnya

Lanjut lagi, kasus kejahatan narkoba terbaru yang terjadi di Kalimantan Barat adalah penangkapan dan penembakan terhadap tersangka pengedar narkoba pada bulan April 2017 di daerah Batang Tarang-Kabupaten Sanggau, hal ini membuktikan bahwa betapa mudahnya akses untuk para pengedar narkoba melakukan transaksi di wilayah Kalimantan Barat

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu dalam memerangi kejahatan narkoba di Lingkungan tempat tinggal kita, salah satunya dengan turut serta membantu pencegahan sejak dini pada keluarga dan memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba di lingkungan tempat tinggal kita.

“Kita harus menjadikan narkoba musuh bersama, Aparat pemerintah, TNI, Polri dan Lapisan Masyarakat harus bersinergi, menyatukan kekuatan untuk menghadapi kejahatan ini. Terutama BNN untuk melaksanakan Program Pemerintah dalam hal pencegahan, Pemberantasan, Pemberdayaan masyarakat dan rehabilitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai dengan kewenangan masing-masing”Pintanya

Pemerintah daerah bertanggung jawab melindungi masyarakat dan meningkatkan kehidupan masyarakat melalui fasilitas pencegahan penyalahgunaan narkoba, oleh sebab itu diminta kepada seluruh Bupati/Walikota se-Kalimantan Barat untuk turut mendukung Program BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba (P4GN) dengan itu sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam negeri Nomer 21 Tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan penyalahgunaan Narkoba diantaranya menyusun Perda mengenai narkoba.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help