TribunPontianak/

Citizen Reporter

Christiandy: Tetap Taati Aturan Hukum dan Jangan Lalaikan Komitmen

Perlu dipahami, Aturan hukum ini berjalan dinamis, dimungkinkan adanya perubahan/penyesuaian sesuai dinamika pembangunan yang terjadi.

Christiandy: Tetap Taati Aturan Hukum dan Jangan Lalaikan Komitmen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wagub Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM saat memberikan arahan pada pembukaan Rakor Pembangunan Perkebunan Tahun 2017. 

Citizen Reporter
Randa
Humas Pemrpov Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM meminta kepada para pelaku usaha perkebunan dan pemangku kepentingan untuk taat Aturan Hukum dalam pembangunan perkebunan. Negara telah membekali aturan hukum secara lengkap, terkait tata ruang, perizinan, pengelolaan dan sebagainya.

“Aturan ini saling terkait dan saling melengkapi dengan pembangunan sektor-sektor lainnya. Perlu dipahami, Aturan hukum ini berjalan dinamis, dimungkinkan adanya perubahan/penyesuaian sesuai dinamika pembangunan yang terjadi. Saya harapkan aturan hukum ini dipedomani, diimplementasikan dan dipatuhi serta ditegakkan oleh masing-masing pihak terkait agar irama pembangunan perkebunan dapat berjalan harmonis,” pinta Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM, Selasa (18/4), saat membuka Rakor Pembangunan Perkebunan di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Acara ini juga dihadiri, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, para bupati/walikota se-Provinsi Kalimantan Barat atau yang mewakili, para Forkopimda, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, beserta para undangan lainnya.

Kemudian, Wakil Gubernur Kalbar juga meminta kepada para pelaku usaha perkebunan untuk dapat metaati Komitmen yang telah dibuat oleh pelaku usaha sepanjang tidak melanggar aturan hukum. Ada komitmen yang dibuat dengan pemerintah maupun dengan masyarakat sekitar, misalnya komitmen pencegahan kebakaran lahan dankebun, komitmen membangun kemitraan, komitmen memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar, komitmen mengutamakan rekruitmen pekerja lokal, komitmen pemberian dana CSR kepada masyarakat sekitar, dan sebagainya. “Komitmen yang dibuat bersama ini agar ditaati dan dipatuhi agar operasional usaha dapat berjalan lancar,” ingatnya lagi.

Lanjutnya lagi, Subsektor perkebunan berperan penting dalam perekonomian Kalbar yang dapat berkontribusi dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran masyarakat Kalbar. Usaha perkebunan merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Kalbar, baik yang berada di pedalaman, perbatasan, pesisir maupun kepulauan.

Pengembangan perkebunan juga telah memberikan dampak bagi pengembangan wilayah dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat di bidang produksi, distribusi, pengolahan maupun pemasarannya.

“Subsektor perkebunan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap pembangunan di Kalbar, salah satunya ditengarai dengan nilai tambah perkebunan NTB (atas dasar harga berlaku) tahun 2016 yang mencapai Rp13,16 triliun mengalami kenaikan sebesar 39,4 persen dibanding dengan tahun sebelumnya yaitu Rp9,44 triliun. Berdasarkan komposisi kepemilikan, nilai tambah tersebut dihasilkan dari perkebunan rakyat Rp. 7,10 triliun dan perkebunan besar Rp. 6,06 triliun,” jelasnya.

Provinsi Kalbar memiliki wilayah yang relatif luas, yaitu 14,73 juta hektar, atau 1½ kali (Pulau Jawa + Pulau Bali). Dari luasan tersebut seluas 6,42 juta hektar atau 43,6% merupakan areal penggunaan lain (APL) dimana di dalamnya terdapat kawasan peruntukan perkebunan.

Ketersediaan lahan Ini merupakan modal utama dalam pembangunan perkebunan di Kalbar. Dengan letak strategis relatif dekat dengan negara tetangga baik melalui jalur laut dan darat, serta didukung dengan dibukanya 3 pintu gerbang lintas negara, semakin menarik minat investasi di bidang perkebunan.

“Pembangunan perkebunan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan dengan semakin kerasnya persaingan dimana kita dituntut untuk meningkatkan kebersamaan, sinergi dalam upaya mencapai produktivitas, efisiensi dan iklim usaha yang kondusif,” ujarnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help