Pengelolaan Ekowisata Hutan Baning Harus Berkelanjutan

Dari segi flora, terdapat berbagai tumbuhan dan pepohonan khas hutan tropis diantaranya kantong semar, meranti, serta lainnya.

Pengelolaan Ekowisata Hutan Baning Harus Berkelanjutan
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Pengamat Lingkungan Antonius SHut MP saat diwawancarai awak media di Rumah Betang Kobus, Selasa (4/4/2017) siang. 

Curah hujan memiliki tingkat asam tinggi. Ini mengakibatkan proses dekomposisi oleh mikroorganisme tidak berjalan dengan baik.

Ketika air mengalir melalui parit-parit. Kumpulan daun, ranting dan dahan memadat lantas bentuk lapisan tanah kering.

“Gambut itu unik, ketika air berkurang, tanah memadat dan turun. Terpengaruh dengan perubahan iklim mikro dari dingin menjadi panas. Ini yang mempengaruhi sistem perakaran tumbuhan, sehingga terkadang ada pohon tumbang,” katanya.

Antonius mengatakan potensi Hutan Baning yang masih asli harus dijaga.

Kendati beberapa bagian alami kerusakan akibat kesalahan pengelolaan.

Pengembalian kondisi hutan yang sempat rusak harus dilakukan sebagai bentuk penyelamatan hutan.

“Kalau mau dikelola harus secara berkelanjutan, jadi sistemnya suistenable tourism atau ekowisata berkelanjutan. Jadi, orang mau bayar mahal dan kelasnya adalah orang-orang yang memang ingin tahu tentang alam baik dari luar negeri maupun lainnya. Jangan bayar murah, kemudian orang banyak. Ini untuk konservasi hutan juga,” paparnya.

Antonius mengaku pernah datang dan studi tempat wisata mangrove atau bakau di Kota Malang Provinsi Jawa Timur.

Konsep pengelolaan ekowisata telah menerapkan prinsip berkelanjutan dan terbukti menghasilkan pemasukan sekitar Rp 30 juta per hari. Ini bisa diadopsi oleh Pemkab Sintang terhadap Hutan Baning.

“Kita harap Hutan Baning dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Pemerintah memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelola meraup pendapatan. Konsepnya seperti apa, itu harus dirumuskan bersama. Jika masyarakat rasakan manfaat, dengan sendirinya masyarakat akan menjaga hutan,” pungkasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help