Pengelolaan Ekowisata Hutan Baning Harus Berkelanjutan

Dari segi flora, terdapat berbagai tumbuhan dan pepohonan khas hutan tropis diantaranya kantong semar, meranti, serta lainnya.

Pengelolaan Ekowisata Hutan Baning Harus Berkelanjutan
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Pengamat Lingkungan Antonius SHut MP saat diwawancarai awak media di Rumah Betang Kobus, Selasa (4/4/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Pengamat Lingkungan Antonius SHut MP mengakui Hutan Wisata Alam Baning memiiki potensi keanekaragaman hayati.

Dari segi flora, terdapat berbagai tumbuhan dan pepohonan khas hutan tropis diantaranya kantong semar, meranti, serta lainnya.

Tak hanya itu, Hutan Wisata Alam Baning juga menjadi habitat beragam fauna. Paling fenomenal adalah kelasi atau lutung merah yang bernama latin Presbytis Rubicunda.

Baca: Unik, Hutan Baning Sintang Diklaim Hutan Tropis Terletak Pada Tengah Kota di Indonesia

 “Kemudian ada kura-kura bulan. Itu informasi dari teman dan sedang saya cari untuk penelitian. Ada juga ular hijau, trenggiling dan berbagai hewan lainnya,” ungkapnya saat diwawancarai awak media di Rumah Betang Kobus, Selasa (4/4/2017) siang.

Baca: Kondisi Hutan Wisata Baning Terbengkalai

 Selain kaya flora dan fauna, Hutan Wisata Alam Baning juga menyimpan cadangan oksigen dan karbon sangat luar biasa tinggi.

Ini lantaran merupakan ekosistem hutan rawa gambut.

Hutan Wisata Alam Baning juga termasuk hutan alami atauvirgin forest.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help