TribunPontianak/

Kondisi Hutan Wisata Baning Terbengkalai

Padahal, Hutan Baning merupakan satu diantara dua hutan alami tengah kota yang ada di Indonesia setelah Hutan Wisata Punti Kayu di Palembang.

Kondisi Hutan Wisata Baning Terbengkalai
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Seorang jurnalis melewati gertak kayu yang rapuh dan tidak bergelegar saat meninjau kawasan Hutan Wisata Baning, Selasa (4/4/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kondisi Hutan Wisata Baning kian memprihatinkan. 

Padahal, Hutan Baning merupakan satu diantara dua hutan alami tengah kota yang ada di Indonesia setelah Hutan Wisata Punti Kayu di Palembang.

Keanekaragaman hayati jadi nilai tambah Hutan Baning.

Baca: Dayang Resort, Wisata Keluarga di Singkawang

Berbeda dengan Kebun Raya Bogor yang merupakan hutan buatan tengah kota.

Kesan tak terurus dan terbengkalai begitu jelas terlihat saat memasuki hutan alam seluas 213 hektare ini. Sejumlah ruas jembatan kayu yang membelah hutan rusak. Papan penyusun dan gelegar terlihat rapuk. Beberapa papan terlihat patah dan terangkat ke atas.

Selain itu, beberapa fasilitas seperti pondok persinggahan dan lainnya juga rusak. Tidak jarang ditemukan pohon-pohon tumbang menimpa gertak kayu.

Plang nama dan jenis pohon juga sudah tidak ada terpasang di tiap pohon.

Perlu kehati-hatian saat meniti gertak kayu, jika lalai bisa saja anda terpeleset atau terperosok.

“Payah melintasi gertaknya. Sudah rapuh dan patah. Ngeri-ngeri juga. Tadi sempat kepeleset,” ungkap warga Sintang, Ucok Simamora saat bersama Tribun meninjau Hutan Baning, Selasa (4/4/2017) siang.

Ucok menyayangkan terbengkalainya Hutan Baning, lantaran kondisinya jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ya, bisa lihat sendiri. Harusnya ini dirawat dan dijaga. Karena masih banyak hewan dan tumbuhan di dalamnya. Jujur saja, hutan ini jadi pilihan rekreasi usai aktivitas masyarakat. Semoga ke depan bisa tertata. Biar masyarakat lebih nyaman,” harapnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help