BKSDA Sintang akan Tetapkan Zona Pemanfaatan Hutan Baning

Bharata menyadari keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk memaksimalkan potensi Hutan Baning.

BKSDA Sintang akan Tetapkan Zona Pemanfaatan Hutan Baning
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Bharata Sibarani saat diwawancarai Tribun di kantor BKSDA Sintang, Selasa (4/4/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Bharata Sibarani tidak menampik kewenangan Hutan Wisata Baning sebagai kawasan konservasi menjadi tanggungjawab pihaknya.

Namun, Bharata mengakui ada Undang-Undang yang mengatur tentang pendirian bangunan dan pemanfaatan lahan kawasan konservasi.

Baca: Pengelolaan Ekowisata Hutan Baning Harus Berkelanjutan

“Memang sebenarnya Hutan Baning ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Sintang. Salah satuya sebagai sarana rekreasi. Namun, ada aturan terkait kawasan konservasi,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa (4/4/2017) siang.

Baca: Unik, Hutan Baning Sintang Diklaim Hutan Tropis Terletak Pada Tengah Kota di Indonesia

Bharata menyadari keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk memaksimalkan potensi Hutan Baning.

Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) sangat mendukung semua program Pemkab melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang.

“Mohon konsultasikan ke kami agar ada sinkronisasi program. Kami tidak ingin dipadang sebagai penghalang. Tapi ada aturan harus dipahami jika ingin memaksimalkan Hutan Baning,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan ke Pemkab, BKSDA akan membuat tiga zonasi lahan terhadap Hutan Baning.

Ketiga zonasi itu diantaranya Zona Lindung, Zona Pemanfaatan dan Zona lainnya. Setelah pembagian zona, diharapkan zona pemanfatan bisa menjadi wisata edukasi masyarakat. 

“Saat ini zonasi sedang kita kaji. Kemudian kita sampaikan ke Disporapar Kabupaten Sintang sebagai bagian dari sinkronisasi. Kami sama sekali tidak menghalangi pengembangan dunia pariwisata Sintang,” ucapnya.

Bharata tidak ingin kejadian masa lalu terulang kembali, dimana Pemkab pernah membangun fasilitas di dalam hutan wisata. Namun, tidak dirawat dan dijaga sehinga terbengkalai seperti saat ini.

“Tentu ini perlu dikoordinasikan. Agar tidak terkesan hanya mengejar proyek. Nantinya, bisa saja petugas dari Dinas terkait bersama BKSDA bekerjasama menjaga dan merawat Hutan Baning,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help