Dandim Mempawah: Narkoba, Perang Candu Rusak Negara

Terlebih narkoba saat ini yang sudah jelas-jelas masuk secara masif melalui perbatasan baik laut dan darat dengan ditemukan beberapa kali penangkapan

Dandim Mempawah: Narkoba, Perang Candu Rusak Negara
TRIBUNFILE/IST

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Maraknya peredaran narkoba saat ini yang mulai memasuki segala kalangan sangat diprihatinkan semua pihak.

Ia mengatakan narkoba secara umum bahayanya secara umum untuk negara adalah cara menghancurkan negara diantaranya melalui narkoba yakni perang candu di era modern.

"Karena kalau dulu saat negara China dikuasai modern tidak bisa secara militer karena kuat, maka dikuasai dengan perang candu ini,"jelas Dandim 1201/MPH, Letkol Inf Win Nindar, Selasa (21/3/2017).

Terlebih narkoba saat ini yang sudah jelas-jelas masuk secara masif melalui perbatasan baik laut dan darat dengan ditemukan beberapa kali penangkapan narkoba.

Terlebih saat ini bentuk narkoba yang diedarkan dalam berbagai bentuk seperti yang marak di media saat ini seperti permen, kue, hingga tembakau dan sebagainya perlu diantisipasi.

"Hal seperti inilah yang perlu diantisipasi, seperti apa yang banyak disampaikan media baik sosial maupun pemberitaan narkoba mulai masuk dalam berbagai bentuk,"ujarnya.

Apalagi banyak diantaranya menyasar anak-anak kecil yang lebih mudah 'dikelabui' dengan barang-barang mengandung narkoba tersebut.

Maka disampaikan Dandim dalam penyuluhan tersebut juga diimbau kepada anggota dan jajaran untuk menyampaikan kepada masyarakat dimulai dari keluarga terdekat dalam mewaspadai peredaran narkoba.

"Kebetulan anggota kita juga banyak yang memiliki anak-anak kecil, intinya kalau ada orang tidak dikenal, jangan mudah percaya,"jelasnya.

Intinya dalam mencegah peredaran narkoba ini perlu keterlibatan semua pihak.

"Intinya perlu peran semua pihak, kita bersama-samalah," jelasnya.

Terlebih dalam paparan yang disampaikan BNN Kabupaten Mempawah, saat ini banyak narkoba jenis-jenis baru yang awalnya tidak masuk dalam jenis narkoba oleh BNN. Namun kabar baiknya saat ini sudah dimasukkan didalam golongan zat aditif.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help