TribunPontianak/

Mayat di Sungai Kapuas

BREAKING NEWS: Inafis Ambil Sidik Jari Mayat yang Ditemukan di Sungai Kapuas dengan MAMBIS

Pertama kali ditemukan oleh warga, kemudian temuan ini diinformasikan kepada anggota kepolisian.

BREAKING NEWS: Inafis Ambil Sidik Jari Mayat yang Ditemukan di Sungai Kapuas dengan MAMBIS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Bripka Agung Utomo saat menyuntik jari mayat seorang pria tanpa identitas, sebagai proses mengambil sidik jari korban, di UGD Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Selasa (21/3). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara personel Inafis Polresta Pontianak, Bripka Agung Utomo menuturkan, pihak kepolisian langsung melakukan proses evakuasi sesaat setelah diperoleh informasi, adanya mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas ditemukan terapung di perairan Sungai Kapuas, tak jauh dari kawasan Dermaga Penyeberangan Feri Bardan, Pontianak, Selasa (21/3/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Pertama kali ditemukan oleh warga, kemudian temuan ini diinformasikan kepada anggota kepolisian. Kemudian anggota kepolisian yang mendapatkan informasi adanya temuan mayat tanpa identitas, menghubungi personel piket Identifikasi (Inafis) untuk meminta bantuan identifikasi jenasah tanpa identitas tersebut, karena di tubuh korban tidak ditemukan identitas, uang ada beberapa di saku korban," ungkapnya setelah mengambil sidik jari korban di UGD Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar.

Bripka Agung Utomo saat melakukan proses pengambilan sidik jari korban, di UGD Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Selasa (21/3).
Bripka Agung Utomo saat melakukan proses pengambilan sidik jari korban, di UGD Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Selasa (21/3/2017). 

Dari hasil pemeriksaan Inafis Polresta Pontianak, mayat tersebut sudah dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Dengan mengenakan kaos hitam berlist merah dan celana jeans pendek warna biru.

"Sudah kami ketahui dari ciri-ciri khususnya, kemudian kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan mengembang dan sudah mengeluarkan bau, namun belum membusuk. Jadi kalau mayat yang sudah berendam di dalam air, pasti mengeluarkan bau, karena sudah berendam di dalam air berjam-jam," jelasnya.

Baca:  Polisi Evakuasi Mayat dari Sungai Kapuas

Mayat pria tersebut menurut Bripka Agung diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Namun, ia menegaskan, untuk lebih akurat akan dijelaskan oleh dokter forensik yang memeriksa jenasah pria tersebut.

"Kalau menurut saya diperkirakan sekitar 30 tahun. Tapi nanti dijelaskan dokter yang memeriksa saja, karena lebih ahli. Setahu saya kalau untuk mengetahui seseorang biasanya itu dilihat dari gigi, karena tumbuh gigi itu ada fasenya," terangnya.

Bripka Agung Utomo saat melakukan proses pengambilan sidik jari korban, di UGD Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Selasa (21/3).
Bripka Agung Utomo saat melakukan proses pengambilan sidik jari korban, di UGD Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Selasa (21/3).

Hambatan dari pihaknya dalam mengambil sidik jari korban, karena jari jenasah pria tersebut sudah mengembang. Sehingga jari korban diikat dengan diurut perlahan agar lemas dan memudahkan proses penyuntikan. Sebelum disuntik, jari korban diikat dengan gelang karet dan kemudian dioleskan dengan tinta hitam. Sidik jari korban akan ditempelkan ke kertas AK-23.

"Artinya tidak dimungkinkan untuk mengambil sidik jari seperti biasa, terpaksa kami gunakan teknik dengan cara menyuntikkan cairan silikon atau air pada jari korban yang hendak kami ambil sidik jarinya, sehingga bisa didapatlah sidik jarinya yang sempurna," paparnya.

Untuk selanjutnya, data hasil pengambilan sidik jari korban, akan diproses di Inafis Polresta Pontianak menggunakan alat MAMBIS, sebagai upaya untuk mengetahui identitas korban.

"Dari sidik jari korban ini, nanti kami proses ke kantor. Siapa identitas korban, jika korban memiliki identitas E-KTP, pasti akan muncul di alat MAMBIS. Cuma pada saat proses pengambilan sidik jari, itu yang paling penting dan harus sempurna," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help