TribunPontianak/

Perangi Hoax, Kominfo Gelar Nobar Film Dokumenter

Film dokumenter ini bercerita berbagai cuplikan beberapa kejadian untuk menggugah penikmatnya memerangi hoax.

Perangi Hoax, Kominfo Gelar Nobar Film Dokumenter
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Aktivis Anti Hoax, Septiadi saat menyampaikan materi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Salah satu rangkaian kegiatan Kominfo di Kota Pontianak adalah nonton bareng film dokumenter Lentera Maya di Canopy, Jalan Purnama 2, Minggu (19/3/2017).

Film dokumenter ini bercerita berbagai cuplikan beberapa kejadian untuk menggugah penikmatnya memerangi hoax.

Lalu apa yang dilakukan sebagai pengguna internet cerdas. Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika), Semuel A Pangerapan mengatakan lakukan pengecekan. Biasanya kata Semuel tingkat kepercayaan bisa dilihat dari siapa penyebar berita tersebut.

"Kalau saya punya prinsip saya tidak akan percaya dari media sosial sebelum tau siapa yang menyebarkannya. Harus dicross check narasumbernya. Internet itu gampang karena kita punya tools untuk mengeceknya. Sekarang dewan pers sudah memberi barcode untuk media-media jadi bisa dilihat itu berita dapat dipercaya atau tidak. Kalau di media sosial harus diteliti lagi benar atau salah," ujarnya pada Minggu, (19/3/2017) malam.

Baca: Christiandy: Penyebar Hoax Sanksinya Pidana

Semuel mengatakam internet itu pasif, maka nya ada UU ITE. "Internet itu sebenarnya diam saja. Kalau berita itu tidak ada gunanya ya jangan disebarin. Kalau dia mengandung SARA langsung dilaporin saja. Niat orang yang membuat itu adalah agar kamu menshare nya, dia mencari mangsa. Maka nya di UU ITE itu tidak hanya si pembuat yang bisa dijerat tapi juga si penyebar," tegasnya.

Pembuat film Lentera Maya ICT Wacth, Matahari Timoer ( MT ) mengatakan film lentera maya ini dibuat ICT Watch karena memang melihat fenomena, sosial media sudah dikuasai dengan hal-hal kebencian. Bahkan tidak jarang kata MT membuat pertemanan disosial media jadi tidak baik.

"Biasanya hujatan dibalas dengan hujatan, kita sebagai yang meyaring ini kadang kelelahan tetapi yang menyebarkan tidak akan kelelahan. Film lentera maya ini dibuat menjadi bahan pemantik agar teman-teman bisa menjadi lentera-lentera maya. Nyawa film ini adalah kita semua yang menonton film ini, kitalah yang akan beraksi," ujar MT.

Selain itu Septiadi sebagai Aktivis Anti Hoax mengatajan Indonesia ini dibangun dengan suku bangsa yang sangat kompleks. Ia mengatakan para pendiri bangsa selalu membuat terobosan-terobosan yang luar biasa, misalnya Bhinneka Tunggal Ika.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help