TribunPontianak/

Pemkab Sintang Prioritaskan Pembangunan di Titik Kritis

Penggalian potensi oleh perangkat desa mutlak harus dilakukan guna tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Sintang Prioritaskan Pembangunan di Titik Kritis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Bupati Sintang Jarot Winarno diwawancarai usai buka Rapat Kerja (Raker) Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Camat se-Kabupaten Sintang di Gedung Serbaguna, Jalan YC Oevang Oeray, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno menegaskan Rapat Kerja (Raker) Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Camat se-Kabupaten Sintang punya peran sangat strategis bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang.

Di tahun 2017 merupakan tahap penguatan, usai tahap konsolidasi pada tahun 2016.

Ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan jangka menengah yang telah ditetapkan oleh Pemkab Sintang. Jarot juga tegaskan pembangunan desa akan menjangkau sebagian besar masyarakat Sintang.

Sebab, 70 persen masyarakat Sintang berada di pedesaan.

"Lewat kerja nyata kita di desa. Kita ingin kurangi ketimpangan antara kesejahteraan masyarakat desa dan perkotaan,” ungkapnya di Gedung Serbaguna, Jalan YC Oevang Oeray, Senin (20/3/2017). 

Baca: Agar Efektif dan Efisien, Rapat Kerja Pemkab Sintang Dibagi Dua Tahap  

Jarot akui desa-desa punya potensi luar biasa. Penggalian potensi oleh perangkat desa mutlak harus dilakukan guna tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita punya program untuk desa. Pertama, pembangunan embung desa sebagai irigasi penunjang proses pertanian. Kedua, optimalkan pelayanan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ketiga, Produksi Unggulan Desa (PRUDES). Keempat, sarana olahraga (SORGA) Desa," katanya. 

Disinggung terkait aspirasi para Kades, Bupati menerangkan semua sudah ada dalam prime over atau faktor penggerak utama Pemkab Sintang.

"Kita bekerja sesuai tahapannya. Pemda menyiapkan dana khusus untuk membantu distribusi desa," jelasnya.

Jarot akan segera bicarakan problem ketersediaan Polindes dan kurangnya tenaga kesehatan dengan Kepala Dinas terkait agar bisa diambil kebijakan.

Bagi desa-desa yang telah menyediakan rumah bagi tenaga kesehatan, pihaknya akan segera mengusahakan tenaga kesehatannya.

“Untuk listrik di kampung-kampung, kita upayakan bisa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrogen (PLTMH) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Terkait infrastruktur kita usahakan bersama. Kita prioritaskan beberapa titik kritis dulu karena harus menyesuaikan dana yang kita punya,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help