Citizen Reporter

Organisasi Kampus Wadah Pengembangan Diri

Mahasiswa juga perlu mengatur waktu kuliah dan organisasi, agar tidak fokus disatu titik saja

Organisasi Kampus Wadah Pengembangan Diri
ISTIMEWA
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Untan, Miga Alysia 

Citizen Reporter
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Untan, Miga Alysia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekjen BEM FISIP UNTAN, Elis Suhendra mengatakan, organisasi di kampus merupakan wadah pembelajaran dan pengembangan diri.

Saat di kampus di satu sisi mahasiswa belajar tentang perkuliahan, namun di sisi lain mahasiswa juga harus mengembangkan kemampuannya.

"Banyak keuntungan mengikuti organisasi kampus, satu di antaranya menjadi mahasiswa plus, dalam arti tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang," katanya saat ditemui di sekretariat BEM Fisip Untan, Senin (20/3/2017).

Dalam berorganisasi, kata Elis, mahasiswa bisa belajar team work, belajar administrasi yang sebelumnya tidak didapatkan di dunia perkuliahan, dan bisa membangun relasi satu sama lain.

Hal itu dikenal melalui organisasi. Tidak semua aktivis organisasi lamban dalam menyelesaikan studinya, banyak juga aktivis yang sukses kuliah dan berorganisasi.

Itu karena ia bisa menyeimbangkan antara kuliah dan belajar di luar. Perlu ditegaskan lagi bahwa tujuan mahasiswa di kampus adalah kuliah.

Tetapi organisasi itu perlu untuk mengasah kemampuan diri. "Mahasiswa juga perlu mengatur waktu kuliah dan organisasi, agar tidak fokus disatu titik saja," ungkapnya.

Ia secara pribadi untuk mengatur waktu kuliah dan organisasi biasanya membuat jadwal. Dalam keseharian sudah ada rencana apa yang akan dilakukan hari ini.

Ia juga memantau sejauh mana kuliah dilaksanakan sehingga tidak teledor.

Ia berharap teman-teman mahasiswa siap bersaing secara akademis dan organisatoris.

Dengan berorganisasi mahasiswa banyak mendapatkan pengalaman serta dapat mengembangkan kemampuan diri dan wawasan yang mendalam terhadap IPTEK dan praktiknya di lapangan.

"Berorganisasi juga membantu kita menyiapkan diri pada dunia kerja agar mampu berdaya saing dengan sumber daya manusia lain," katanya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help