TribunPontianak/

‎Jatanras Amankan 1,2 Ton Bawang Merah Ilegal

Dalam kendaraan tersebut terdapat sekitar 1,2 Ton Bawang Merah yang termuat dalam 60 karung seberat 20 Kg.

‎Jatanras Amankan 1,2 Ton Bawang Merah Ilegal
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Barang bukti bawang merah selundupan yang diduga dari Malaysia di dalam mobil APV plat KB 9711 HH, yang dikemudikan Sahat Parulian Sihombing, di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/3/2017) siang. Adapun sebanyak sekitar 1.200 kilogram bawang merah tersebut merupakan milik Sahar Manalu yang dibeli di daerah perbatasan Entikong. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - ‎Anggota Unit Jatanras dari Satreskrim Polresta Pontianak mengamankan satu unit mobil Suzuki APV Putih KB 9711 HH yang mengangkut 60 Karung Bawah Merah asal Malaysia tanpa di lengkapi dokumen.

Mobil tersebut diamankan oleh aparat kepolisian ketika di kendarai oleh Sahat Parulian Sihombing pada Minggu (19/3/2017) sore ketika melintas di Jalan Budi Karya Pontianak Timur.

Dalam kendaraan tersebut terdapat sekitar 1,2 Ton Bawang Merah yang termuat dalam 60 karung seberat 20 Kg.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yull Lapawesean menuturkan berdasarkan keterangan sopir, bawang merah yang di beli dari seseorang berinisial OI di Perbatasan Entikong ini adalah milik Sahat Manalu yakni warga ‎Jl. Khatulistiwa Kel. Batu Layang Kec. Pontianak Utara.‎

"Pengakuannya beli dengan OI di Perbatasan Entikong, dengan harga Rp. 370.000.- perkarungnya dan rencana akan di jual di pasar Plamboyan dengan harga Rp.440.000,- perkarungnya,"kata Andi Yull pada Senin (20/3).

Baca: Polisi Amankan 1.200 Kg Bawang Merah Selundupan Diduga Asal Malaysia

Lanjutnya, Sahat Manalu juga mengakui kalau bawang merah tersebut berasal dari Malaysia yang tanpa di lengkapi sertifikat kesehatan dari Negara asal serta tidak ada sertifikat dari Balai Karantina.

"Dia yakni Sahat Manalu membeli bawang merah ini dengan OI di Border perbatasan Entikong hari Jumat (17/3) sekira jam 12.00 WIB yakni 60 karung dengan nilai seluruhnya sekitar Rp. 22.200.000, dan pada hari minggu tanggal 19 Maret 2017 sekira jam 09.00 Wib berangkat ke Pontianak mobil di kendarai oleh Sahat Sihombing bersama Joko sebagai kernetnya,"kata Kasat Reskrim.

Sebelumnya, kata Kasat, pihaknya sudah mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil kita amankan saat lewat Jalan Budi Karya.

Lanjutnya, kasus ini telah di buatkan Laporan polisi nomor : LP / / III / 2017 / Kalbar / Resta Ptk Kota, tanggal 19 Maret 2017 dan menetapkan Sahat Manalu (37) warga Jl. Khatulistiwa Kel. Batu Layang Kec. Pontianak Utara sebagai tersangka.

"Satu unit mobil APV Putih KB 9711 HL dan 60 karung bawang merah sudah di sita untuk sebagai barang bukti, sopir dan kernet kita jadikan saksi,"katanya.

Tersangka diancam Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 31 ayat (1) jo pasal 5 UU No.16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan,Ikan dan Tumbuhan.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help