Sugianto: Festival Kuda Lumping Tingkatkan Rasa Persatuan dan Kesatuan

Festival kuda lumping bertujuan melestarikan budaya seni kuda lumping, serta tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan kuat di Negara Kesatuan Republik..

Sugianto: Festival Kuda Lumping Tingkatkan Rasa Persatuan dan Kesatuan
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Para kelompok peserta Festival Kuda Lumping menunggu giliran tampil di Gedung Indoor Apang Semangai Sintang, Minggu (19/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Ketua Panitia Penyelenggara Festival Kuda Lumping Puspawaja Kabupaten Sintang, Sugianto menerangkan festival kuda lumping merupakan usulan dari masing-masing grup kuda lumping yang ada di Kabupaten Sintang.

Festival digelar dua hari yakni 18-19 Maret 2017.

“Festival kuda lumping bertujuan melestarikan budaya seni kuda lumping, serta tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan kuat di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Festival diikuti oleh 40 peserta khusus Kabupaten Sintang. Peserta berasal dari kecamatan-kecamatan yang mengirimkan dua atau tiga kelompok perwakilan.

Festival kuda lumping berkategori seni Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ada empat aspek penilaian diantaranya wirasa yakni perasaan seseorang saat pentas, wiraga yakni gerakan tari saat pentas, wirama yakni kesesuaian gerak tari dengan irama musik, serta wirupa yakni dari tampilan wajah atau make-up,” jelasnya.

Bobot penilaian keempat aspek itu berbeda. Untuk wirasa berbobot nilai 20 persen, wiraga berbobot 30 persen, wirama berbobot 30 persen, dan wirupa berbobot 20 persen.

“Panitia sudah menyiapkan hadiah sebagai bentuk penghargaan dan memotivasi para pelaku seni kuda lumping agar bersemangat. Ke depan, even ini akan rutin digelar dengan mengundang peserta asal lima kabupaten di Wilayah Timur Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help