Dirjen Hubungan Udara Minta Kaji Kondisi Tekstur Tanah Riam Berasap Jaya

Ini masih kita kaji, belum kita putuskan, yang jelas ada beberapa lokasi yang kita tinja

Dirjen Hubungan Udara Minta Kaji Kondisi Tekstur Tanah Riam Berasap Jaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MUHAMMAD FAUZI
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Agus Santoso meninjau lokasi bandara di daerah Desa Riam Berasap Jaya. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA – Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Agus Santoso belum memberikan lampu hijau terkait lokasi berdirinya bandara di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, namun Pemda sendiri telah menyiapkan lahan di wilayahnya untuk Bandara, tepatnya di Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana.

Terlebih, Kemenhub memang berencana membangun Airport baru di wilayah selatan Kalbar, mengingat Bandara Rahadi Oesman di Ketapang sudah tidak layak.

Mimpi masyarakat Kayong Utara memiliki Bandara semakin dekat dengan kenyataan, dibuktikan dengan dikunjungan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Agus Santoso bersama sejumlah staf Kementerian Perhubungan RI. Bahkan, ia pun membawa seorang ahli dibidang Earthquake Geotechnic Engineering atau Rekayasa Geoteknik Kegempaan, Ir Masyhur Irsyam.  Kepada Profesor yang ahli dibidang tanah, diminta olehnya untuk mengkaji kondisi tekstur tanah Riam Berasap Jaya yang letaknya persis di pinggir jalan nasional Nanga Tayap-Siduk.

Dikatakan Agus Santoso, kedatangannya bersama Ahli Tanah di Riam Berasap Jaya untuk melihat lokasi Bandara yang diusulkan Pemkab Kayong Utara. Dirinya pun belum bisa memastikan, karena sebelum pembangunan Bandara dimulai di suatu tempat, harus melalui beberapa kajian.

“Ini masih kita kaji, belum kita putuskan, yang jelas ada beberapa lokasi yang kita tinjau,” kata Dirjen Agus ketika dimintai keterangan disela-sela kunjungannya di Riam Berasap Jaya.

Selain Riam Berasap Jaya, diakui Dirjen, kalau pihaknya juga masih akan meninjau beberapa lokasi lainnya untuk Bandara. Diantaranya lokasi Bandara di desa Rantau Panjang, kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. termasuk, di Tempurukan, Kabupaten Ketapang. Namun, di Rantau Panjang kondisi lahannya bergambut tebal sehingga pihaknya masih harus mencari lahan yang lebih baik yang gambutnya lebih tipis.

Menurut Prof. Ir Masyhur Irsyam, tekstur tanah lokasi Bandara di Riam Berasap Jaya cukup baik. Hanya saja, dirinya masih harus melakukan kajian lebih mendalam sehingga Bandara di kabupaten ke 13 di provinsi Kalbar ini layak dibangun.

Bupati Kayong Utara, H Hildi Hamid mengatakan, kalau sejak lama pihaknya telah mengusulkan Bandara di Rantau Panjang. Mengingat gambut yang tebal, maka Kemenhub berpikir ulang untuk merestui Bandara di lokasi itu karena memakan anggaran yang tidak sedikit. Untuk lahan di Riam Berasap Jaya, Bupati dua priode ini pun merasa optimis akan direstui Kemenhub, mengingat kondisi tanah pematang (keras) dan tidak bergambut, juga lahan yang luas.

Sementara Kepala Desa Riam Berasap Jaya, Sy Iskandar mengakui kalau lahan di sekitar rencana Bandara dibangun sebagian besar sudah berstatus hak milik. Namun, dirinya yakin kalau masyarakat akan memberikan dukungan kepada pemerintah karena kehadiran Bandara sudah tentu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sebagai masyarakat, kami sangat mendukung niat baik pemerintah yang menunjuk desa kami untuk dijadikan Bandara. Jika ini terwujud, sebagai warga setempat kami sangat bangga,” terangnya.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help