Citizen Reporter

Jokowi Akan Tindak Lanjuti Aplikasi E-Gencil Milik Pemkot Pontianak

Beliau senang setelah melihat aplikasi Gencil, nanti akan ditindaklanjuti. Modelnya bagus termasuk gambar-gambarnya

Jokowi Akan Tindak Lanjuti Aplikasi E-Gencil Milik Pemkot Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sutarmidji presentasikan aplikasi e-gencil pada Jokowi. 

Citizen Reporter
Humas Pemkot Pontianak, Jimmy Ibrahim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi aplikasi Goverment and smart city landmark (Gencil) hasil karya generasi muda Pontianak. Dalam aplikasi berbasis iOs dan android ini tersedia berbagai fitur di antaranya, kuliner, tempat, event, berita, info pangan di Kota Pontianak dan laporan warga.

Sebagaimana diungkapkan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, dirinya sempat mempresentasikan secara singkat penggunaan aplikasi Gencil kepada Presiden Jokowi di lobby Hotel Golden Tulip Pontianak, sesaat sebelum keberangkatan rombongan RI 1 menuju Kabupaten Sambas, Jumat (17/3/2017).

“Beliau senang setelah melihat aplikasi Gencil, nanti akan ditindaklanjuti. Modelnya bagus termasuk gambar-gambarnya. Mudah-mudahan ini bisa jadi model percontohan, tetapi harus diperbaiki terus,” ujar Sutarmidji.

 Menurutnya, kehadiran aplikasi Gencil ini sudah ada sejak sebulan lewat sebelum arahan Presiden dalam sidang kabinet beberapa hari lalu, yang meminta supaya pemantauan harga dilakukan melalui media online atau aplikasi. Bahkan, dalam aplikasi yang bisa diunduh pengguna smartphone ini, dilengkapi notifikasi untuk memberitahukan harga kebutuhan pokok naik atau turun. “Kalau harga naik, notifikasi berwarna merah,” jelas Wali Kota dua periode ini.

Melalui informasi pangan yang ditampilkan aplikasi Gencil, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait yakni kepolisian, kodim dan Bank Indonesia untuk mengidentifikasi permasalahan ketersediaan bahan kebutuhan pokok. “Misalnya, bahan kebutuhan pokok tersedia, stok tersedia tetapi harga justru naik. Ini masalahnya apa, analisa kita mungkin ada distributor atau agen yang sengaja menumpuk barang di gudang,” tuturnya.

Tidak hanya melalui aplikasi, lanjut Sutarmidji, informasi harga kebutuhan pokok juga dapat dilihat di setiap pasar tradisional yang ada di Kota Pontianak. Informasi itu terpampang di  papan led display  terkait harga-harga kebutuhan pokok di masing-masing pasar. Dengan display harga kebutuhan pokok itu, disparitas harga antara satu pasar dengan pasar lainnya tidak begitu jauh berbeda. Untuk pemantauan harga dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalbar. “Jadi, melalui display harga di setiap pasar tradisional tersebut, masyarakat bisa menentukan pilihan di mana ia akan berbelanja kebutuhan pokok yang paling murah,” ungkapnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help