Uang Beredar 2016 di Kalbar Capai Rp 9,40 Triliun

Peredaran uang tersebut kepada masyarakat melalui perbankan, kas titipan baik yang ada di Singkawang, Sintang, dan Ketapang.

Uang Beredar 2016 di Kalbar Capai Rp 9,40 Triliun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Kepala KPw BI Kalbar, Dwi Suslamanto saat menunjukkan uang terbaru usai sosialisasi di IAIN Pontianak beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia Kalbar merilis sepanjang 2016 mengedarkan uang layak edar sebesar Rp 9,40 triliun.

Peredaran uang tersebut kepada masyarakat melalui perbankan, kas titipan baik yang ada di Singkawang, Sintang, dan Ketapang.

Termasuk kas keliling (termasuk ke daerah terpencil) dan penukaran langsung di kantor BI Kalbar.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2015 dengan angka sebesar Rp8,16 triliun.

"Yang perlu diperhatikan adalah peningkatan drastis dari penemuan uang Rupiah yang diragukan keasliannya dari sebesar 904 bilyet di tahun 2015 menjadi 2.536 bilyet pada tahun 2016," jelas Dwi melalui press release yang disampaikan pada Selasa (14/3/2017).

Untuk itu, BI Kalbar kata Dwi secara berkesinambungan bekerja sama dengan instansi berwenang dalam pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan uang Rupiah.

Dari sisi pencegahan, BI Kalbar secara aktif dan berkelanjutan juga terus melaksanakan kegiatan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah kepada berbagai lapisan masyarakat.

Perkembangan outstanding kredit juga cukup positif dengan pertumbuhan mencapai Rp63,38 triliun.

Angka tersebut kata Dwi juga tumbuh 14,92 persen terutama bersumber dari peningkatan kredit investasi yang tumbuh 30,92 persen.

Kesehatan kredit pun masih tetap terjaga dengan rasio non performing loans 3,20 persen.

"Masih di bawah batas aman sebesar 5,00 persen. Sementara itu dari sisi sistem pembayaran, nilai transaksi kliring di Kalbar mencapai Rp35,69 triliun dengan volume 1,01 juta transaksi, sedikit menurun dibandingkan tahun 2015 yang mencapai Rp38,22 triliun dengan volume 1,03 juta transaksi," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help