Ekspor Dongkrak Perekonomian Kalbar 2016

Untuk triwulan IV 2016 sendiri, Dwi mengatakan secara tahunan PDRB Kalbar tumbuh 3,77 persen, lebih lambat dibandingkan dengan triwulan III 2016....

Ekspor Dongkrak Perekonomian Kalbar 2016
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar melalui Berita Resmi Statistik (BRS) merilis nilai ekspor Kalbar Januari 2017 naik 39,34 persen dibanding Desember 2016 lalu.

Jika pada Desember nilai ekspor hanya sebesar 62,78 juta dollar AS, Januari nilai ekspor naik menjadi 87,48 juta dollar AS.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan berbagai indikator menunjukkan kondisi Kalbar pada tahun 2016 meningkat dibandingkan tahun 2015.

Hal ini dilihat dari produk domestik regional bruto atau PDRB Kalbar yang tumbuh 5,22 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya sebesar 4,86 persen.

"Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional sebesar 5,02 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut terutama disumbang oleh komponen Konsumsi Rumah Tangga dengan pertumbuhan 5,02 persen. Sedangkan berdasarkan lapangan usaha, sumber pertumbuhan terbesar adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 4,46 persen," ujar Dwi pada Selasa (14/3/2017).

Untuk triwulan IV 2016 sendiri, Dwi mengatakan secara tahunan PDRB Kalbar tumbuh 3,77 persen, lebih lambat dibandingkan dengan triwulan III 2016 yang tumbuh 6,25% persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut disumbangkan oleh komponen Ekspor Luar Negeri yang tumbuh 33,87 persen dan didorong peningkatan ekspor alumina.

Sedangkan berdasarkan lapangan usaha, sumber pertumbuhan terbesar adalah sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh 34,76 persen.

"Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka Kalbar juga menurun pada tahun 2016 menjadi sebesar 4,23 persen dari sebesar 5,14 persen pada tahun sebelumnya. Hal tersebut didorong penyerapan tenaga kerja sektor formal yang meningkat dari sebesar 770 ribu jiwa pada pada tahun 2015 menjadi 873 ribu jiwa pada tahun 2016," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help