TribunPontianak/

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Pada 2017 Berkisar 5,19-5,59 Persen

Kondisi terkini menunjukkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Februari 2017 telah mencapai 5,21 persen, secara tahunan, yang didorong penyesuaian....

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Pada 2017 Berkisar 5,19-5,59 Persen
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengaku optimis 2017 perekonomian Kalbar meningkat.

Dwi memprediksi pertumbuhan berkisar pada rentang 5,19 persen hingga 5,59 persen.

"Pada tahun 2017, BI Kalbar optimis perekonomian Kalbar akan meningkat dengan perkiraan pertumbuhan pada rentang 5,19 persen hingga 5,59 persen. Pertumbuhan akan ditopang oleh peningkatan ekspor dan konsumsi pemerintah," ujar Dwi pada Selasa (14/3/2017).

Namun di sisi harga, Dwi mengatakan Bank Indonesia memprediksi inflasi akan kembali meningkat dengan rentang 5,48 persen hingg 5,98 persen yang didorong oleh peningkatan komoditas administered prices (diatur oleh pemerintah).

Kondisi terkini menunjukkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Februari 2017 telah mencapai 5,21 persen, secara tahunan, yang didorong penyesuaian tarif listrik pada bulan Januari 2017.

Tingkat kemiskinan juga menurun dari 8,44 persen pada tahun 2015 menjadi 8,00 persen pada tahun 2016.

Adapun Nilai Tukar Petani yang merupakan indikator kesejahteraan petani pun meningkat dari 96,03 menjadi 97,15. Sementara itu dari sisi perkembangan harga, tingkat inflasi Kalimantan Barat tahun 2016 adalah sebesar 3,66 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar 5,79 persen.

Tingkat inflasi tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 3,02 persen.

Kedua kota basis perhitungan inflasi Kalbar yakni Pontianak dan Singkawang juga mengalami penurunan tingkat inflasi.

Inflasi Pontianak turun menjadi 3,88 persen dari 6,17 persen pada tahun sebelumnya.

Sedangkan Singkawang turun menjadi 2,58 persen dari 4,00 persen.

Penurunan inflasi Kalbar didorong oleh penurunan inflasi kelompok Bahan Makanan sebesar 4,73 persen, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2015 sebesar 9,63 persen.

"Stabilitas keuangan Kalbar yang terjaga juga tercermin dari terus tumbuhnya berbagai kinerja bank umum. Secara tahunan, posisi simpanan masyarakat pada bank umum tumbuh 5,18 persen menjadi sebesar Rp46,38 triliun, terutama bersumber dari peningkatan tabungan yang tumbuh 8,24 persenm" ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help