Home »

Bisnis

» Makro

Gerakan 1000 Startup Sambangi Pontianak, Ini Kata Pelaku UMKM

Ini sebenarnya juga menjadi peluang bagi mahasiswa yang memang fokus mempelajari tentang dunia digital agar bisa terjun ke startup secara profesional

Gerakan 1000 Startup Sambangi Pontianak, Ini Kata Pelaku UMKM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Pelaku UMKM, Heni Salwati 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Heni Salwati menyambut baik hadirnya Gerakan 1000 Startup 1000 di Pontianak. Ia mengatakan hadirnya Gerakan 1000 Startup di Kota Pontianak merupakan peluang yang besar bagi pelaku wirausaha yang berkolaborasi di digital marketing.

"Ini sebenarnya juga menjadi peluang bagi mahasiswa yang memang fokus mempelajari tentang dunia digital agar bisa terjun ke startup secara profesional. Karena untuk membuat sebuah star up kita butuh tim, tim yang mengkoding, tim yang mendesain dan tim yang merancang juga memasarkan sehingga dengan hadirnya gerakan ini kita bisq menemukan tim yang tepat," ujar Heni yang akrab disapa Alwa pada Senin (13/3/2017).

Selain itu kata Heni startup membutuhkan dana yang besar. Apalagi selain di coaching dan mentoring Gerakan 1000 startup juga memfasilitasi dengan mempertemukan startup dengan investor. Sehingga kata Heni ada yang membimbing startup agar menjadi lebih baik dari sisi SDM dan produk yang dikembangkan startup.

"Dalam gerakan ini saya yakin startup akan menjadi gaya hidup baru. Sama halnya dengan wirausaha, saat ini wiraushaha menjadi gaya hidup anak muda begitu pula startup. Sehingga akan banyak produk yang di hasilkan agar kedepan kita tidak hanya menjadi penguna tetapi anak muda yang berkarya," ujarnya.

Sebagai palaku UMKN, Heni mengaku sangat tertarik sehingga ikutan mendaftar dengan harapan bisa membantu pemasaran brand fashion yang ada di Pontianak dan Kalbar. "Startup yang saya bangun namanya Fam'mus dimana itu akan memasarkan brand lokal dari fashion desainer lokal juga ke dunia luar," ujar Heni.

Agar tidak memakan biaya besar kemungkinan Heni mengaku akan berkolaborasi dengan d'fashion ethnik, moa hijab dan rizan sambil melakukan pendekatan ke desainer lain dan menuju projek startupnya jadi. Rata-rata amak muda di Kota Pontianak kata Heni sudah mengetahui banyak tentang digital marketing.

"Tetapi kalau untuk apa itu startup yang sebenarnya masih belum. Karena rata-rata taunya startup adalah usaha yang baru di mulai dan sekarang startup itu lebih diartikan usaha yanh bergerak di digital. Karena modalnya besar, menurut saya kerjasama lebih menguntungkan dari pada sendiri-sendiri," tuturnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help