TribunPontianak/

Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi

Seluruh stakeholder diharapkan turut berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, seperti pemantauan terhadap tumbuh kembang bayi dan balita.

Pemantauan Tumbuh Kembang Bayi
MOMJUNCTION
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau Handayani menuturkan, pemantauan tumbuh kembang bayi dilakukan hingga 2 tahun.

Namun, kata dia, pemantauan tumbuh kembang pada masa kehamilan juga mesti dilakukan.

Ia juga mengatakan, masalah kesehatan bukan hanya menjadi tanggungjawab tenaga kesehatan saja.

Seluruh stakeholder diharapkan turut berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, seperti pemantauan terhadap tumbuh kembang bayi dan balita.

“Pemantauan tumbuh kembang dilakukan mulai dari 1000 hari pertama kehidupan artinya mulai dari kandungan sampai lahir dipantau,” ujarnya, Selasa (7/3/2017).

Ia pun berharap, tenaga kesehatan berperan sebagai konselor dalam memberikan konseling kepada masyarakat.

“Saya berharap adanya kerjasama stakeholder di Kecamatan. Masalah kesehatan bukan hanya tugas tenaga kesehatan saja, tapi tanggungjawab bersama,” katanya.

Handayani menambahkan, tenga kesehatan juga harus melakukan deteksi dini terhadap pementauan tumbuh kembang bayi dan balita.

“Dari kartu menuju sehat (KMS) itu bisa dilihat perkembanganya, sehingga jika ditemukan adanya kasus gizi buruk tentunya cepat diketahui dan bisa ditangani segera,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, keberadaan posyandu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

Sehingga, dengan adanya posyandu tentunya pihak desa juga bisa turut serta memantau kesehatan masyarakatnya.

“Ada beberapa indikator gizi yang sudah ada targetnya. Bila ada temuan kasus gizi buruk kami langsung mengambil tindakan,” tegasnya.

Ia menekankan, pentingnya memanfaatkan pelayanan posyandu. Sebab, kata dia posyandu bukan milik Dinas Kesehatan melaikan juga milik desa itu sendiri.

“Nah, pelayanan posyandu jika tidak ada tenaga kesehatan harus tetap buka sesuai jadwal,” tandasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help