Askiman Berharap Pasar Raya Sintang Segera Beroperasi
Kita akan rapat terkait pembagian petak atau kios pasar dan agenda peresmian Pasar Raya Sintang ini pada awal Maret mendatang,
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang Askiman bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kadisperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang Sudirman tinjau bangunan Pasar Raya Sintang, Jumat (24/2/2017).
Askiman menerangkan peninjauan dilakukan dalam rangka persiapan sosialisasi Pasar Raya Sintang kepada para pedagang pada Senin (27/2/2017), lantas dilanjutkan cabut undi pada Selasa (28/2/2017).
"Kita akan rapat terkait pembagian petak atau kios pasar dan agenda peresmian Pasar Raya Sintang ini pada awal Maret mendatang," ungkapnya, Jumat (24/2/2017).
Askiman berharap Pasar Raya Sintang segera beroperasil agar Pemkab Sintang bisa segera membenahi kembali areal sekitar pasar.
"Misalnya, mengaktifkan kembali fungsi jalan raya. Sebelumnya jalan raya itu digunakan para pedagang eks kebakaran Pasar Inpres Sintabg berjualan sementara," imbuhnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Askiman beranggapan kondisi bangunan pasar sudah cukup baik. Beberapa hal diakui masih harus diperbaiki, namun menurut dia hal biasa.
"Atap bocor sedikit masih wajar. Seperti rumah baru pun pasti ada yang kurang. Tinggal segera dirapikan sebelum peresmian nanti,” pungkasnya.
Kadisperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman menegaskan tim yang dibentuk sudah menyusun perencanaan penempatan Pasar Raya Sintang.
“Soal penempatan pedagang sudah tidak ada masalah. Tinggal cabut undi dan peresmian," singkatnya.
Satu diantara pedagang ikan asin, Iwan ungkapkan rasa syukur mendapat tempat berjualan baru lebih representatif di Pasar Raya Sintang. Menurutnya tempatnya kini lebih bagus dibandingkan tempatnya berjualan di pasar sebelumnya.
"Kalau di sini (Pasar Raya Sintang;red) paling enak. Kaki juga bersih. Lokasinya bagus dan sudah ada pagar. Jadi ndak terganggu dengan parkir kendaraan," ujarnya yang telah berjualan selama 24 tahun ini.
Iwan menambahkan dirinya mengikuti apa yang telah diprogramkan oleh Pemkab terhadap pasar. Termasuk pembayaran retribusi para pedagang.
"Kami ndak ada masalah soal itu. Kami hanya mengurus periuk sendiri. Masalah rezeki Tuhan yang mengaturnya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-bupati-sintang-askiman_20161223_230253.jpg)