Badan Restorasi Gambut Apresiasi Pemprov Kalbar Canangkan Ekonomi Hijau

Ini sangat penting juga untuk gambut karena dari 17 juta hektare lebih kawasan di Kalbar, dimana 14,7 juta hektare berada pada wilayah daratan.

Badan Restorasi Gambut Apresiasi Pemprov Kalbar Canangkan Ekonomi Hijau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Deputi 1 Badan Restorasi Gambut (BRD), Budi Wardana memberikan sambutan pada kegiatan kick off dan workshop penyusunan perencanan pertumbuhan ekonomi hijau (green growth plan). Kegiatan ini dilakukan di Golden Tulip Hotel Jalan Teuku Umar Pontianak, Kamis (23/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastinus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deputi 1 Badan Restorasi Gambut (BRG), Budi Wardana mengatakan bahwa penghargaan setinggi-tingginya disampaikan BRG kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah mencanangkan pembangunan hijau ramah lingkungan berbasis komoditas sebagai upaya mewujudkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.

"Ini sangat penting juga untuk gambut karena dari 17 juta hektare lebih kawasan di Kalbar, dimana 14,7 juta hektare berada pada wilayah daratan. 10 persen dari wilayah daratan ini berupa wilayah gambut," katanya, Kamis (23/2/2017).

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang juga tidak lupa mendorong pertumbuhn berkeadilan, perlu diperhatikan adanya pertumbuhan ekonomi lokal berkelanjutan.

Baca: Pemprov Kalbar Gelar Workshop Ekonomi Hijau

Kemudian meningkatkan ketahanan sosial ekonomi dan lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca, pertumbuhan inklusif dan merata juga ekosistem yang sehat dan produktif yang menyediakan jasa lingkungan bukan hanya menyediakan sumber untuk pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah kalbar masih harus terus memperjuangkan penetapan 30 persen kawasan lindung dan pengelolaan sumber daya yang efektif pada kawasan-kawasan yang mempunyai hutan lindung," tuturnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help