TribunPontianak/

Dokter Forensik Temukan Luka Tusuk di Jenazah Mulyadi

Kepindahan ini dikarenakan ruang penyimpapan jenazah di RS Bhayangkara tidak memadai. Dikhawatirkan mengakibatkan rusaknya kondisi jenazah

Dokter Forensik Temukan Luka Tusuk di Jenazah Mulyadi
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jenazah Mulyadi (55) dan anaknya Putra Susila (5) warga RT 31 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara dipindahkan dari ruang instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara menuju ruang Mortuari RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Rabu (22/2/2017) sekitar pukul 15.30 Wita menggunakan mobil Jenazah milik RS Bhayangkara.

"Kepindahan ini dikarenakan ruang penyimpapan jenazah di RS Bhayangkara tidak memadai. Dikhawatirkan mengakibatkan rusaknya kondisi jenazah," ujar anggota Polres Balikpapan yang enggan disebutkan namanya.

Sesampainya di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, sekitar pukul 16.00 wita, kedua jenazah dimasukan dalam frezzer/ruang es penyimpapan jenazah.

Hingga pukul 17.15 Wita, jenazah belum juga diautopsi. Menurut Kompol dr I Gusti Gede Dharma, dokter forensik Dokkes Polda Kaltim, standar operasional prosedur proses autopsi jenazah perlu ada persetujuan dari keluarga maksimal 2X24 jam setelah penemuan jenazah. "Kita sedang mengupayakan menghubungi keluarga atau kerabat jenazah." katanya.

Terkait dengan kondisi serta penyebab kematian kedua jenazah. I Gusti menuturkan, penyebab kematian belum bisa di ketahui secara pasti, karena belum ada proses autopsi. "Kita saja belum membuka baju yang dikenakan korban," katanya

Pengamatan sementara pada jenazah Mulyadi ditemukan lebih dari satu luka yang menyebabkan kematian. Ia belum berani menyimpulkan penyebab luka tersebut. "Pada perut jenazah Mulyadi terjadi pembengkakan serius," ucapnya.

Hal ini dikarenakan proses pembusukan yang menghasilkan gas‑gas pembusukan di saluran pencernaan. Gas inilah yang yang membuat pembengkakan di perut, jika terlalu lama bisa pecah.

Sedangkan, penyebab kematian Putra Susila, menurut perkiraannya karena kekurangan oksigen akibat pecahnya pembuluh darah di kepala. Indikasi ini diperkuat karena jenazah saat ditemukan berada dalam sebuah lemari dalam kondisi kedua pergelangan tangan terikat tali serta leher yang terjerat kain. Menurut perkiraannya, usia jenazah sekitar 2‑3 hari.

Sekitar pukul 19.30 Wita, Ketua RT 31 Muhammad Asy'ari, mewakili kerabat korban mengatakan bahwa istri kedua Mulyadi, Handayani sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Balikpapan menggunakan pesawat untuk membawa kedua jenazah ke kampung halaman Mulyadi di Blitar. 

Editor: Jamadin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help