TribunPontianak/

Pohon Tumbang Nyaris Timpa Rumah Warga Sanggau

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau juga memberikan bantuan untuk korban rumah longsor.

Pohon Tumbang Nyaris Timpa Rumah Warga Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Petugas dari BPBD Sanggau bersama Manggala Agni saat mengevakuasi pohon tumbang di Jl Riam, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (17/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Pohon berukuran besar yang berada persis di belakang rumah warga di Jl Riam, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, tumbang, Jumat (17/2/2017).

Pantaun Tribun, pohon itu berada persis di belakang rumah milik Iwan (34), Kemudian posisi rumah pun persis di bantaran sungai. Akibatnya, bagian belakang rumah nyaris roboh.

Tidak lama kemudian petugas dari BPBD Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Manggala Agni Kabupaten Sanggau tampak sibuk mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa sungai.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau juga memberikan bantuan untuk korban rumah longsor.

“Tapi masih bingung juga, kami dikasih seng dan paku, tapi kayu dan papannya tidak ada. Bagaimana mau membangun lagi,” kata Iwan ditemui di rumahnya, Jumat (17/2/2017).

Baca: Video Rumah Warga di Sanggau Nyaris Tertimpa Pohon Tumbang

Seperti diketahui dapur rumah Iwan yang terletak di bantaran sungai itu ambruk akibat longsor ketika ia tengah tertidur. Sedangkan bagian tengahnya nyaris ikut tertarik. Dikhawatirkan seluruh bagian rumahnya yang hanya berukuran sekitar 3x5 meter ikutan ambruk.

“Kalau pun dikasih bantuan tambahan kayu, apa mungkin yang dibangun lagi. Sementara kondisi rumah saya di pinggir sungai. Belum lagi kalau membangun juga butuh biaya, minimal untuk makan-minum. Kalau pun mau ngontrak di tempat lain, uangnya dari mana,” tuturnya.

Sementara ayah empat anak itu mengaku, jangankan uang untuk mengontrak rumah, biaya makan sehari-hari saja ia kesulitan. Pasalnya, sejak Oktober 2016, ia sudah tidak bisa lagi bekerja lantaran sakit akibat kecelakaan. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan sang isteri, Heni (37) yang menjadi buruh cuci.

Halaman
123
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help