TribunPontianak/

Komunitas Cawan Berdiri dari Kumpulan Para Alumni Arsitektur Untan

Pada dasarnya kita dalam komunitas cawan ini ingin menambah wawasan jadi teman-teman yang tergabung dalam komunitas.

Komunitas Cawan Berdiri dari Kumpulan Para Alumni Arsitektur Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NICKO ARDINATA
Ketua Komunitas Cawan Pontianak, Tony (kiri) dan Ketua Panitia Penyelenggara, Ravian (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nicko Ardinata

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Cawan berdiri sejak bulan November 2015 dan berawal dari kumpulan Alumni Fakultas Teknik Arsitektur Untan.

Ketua Komunitas Cawan Pontianak, Tony mengatakan teman-teman yang tergabung dalam komunitas memiliki fashion untuk pengembangan wilayah kota.

"Pada dasarnya kita dalam komunitas cawan ini ingin menambah wawasan jadi teman-teman yang tergabung dalam komunitas memiliki fashion untuk pengembangan wilayah Kota agar kedepannya lebih maju," ujarnya, Jumat (17/2/2017).

Tony juga mengatakan bahwa Penamaan Komunitas diambil dari filosofi warung kopi dengan cawan yang dapat diisi berbagai macam minuman.

"Penamaan komunitas ini diambil dari filosofi warung kopi, jadi diambil secawan untuk menampung berbagai macam minuman, bisa kopi, teh dan sebagainya.

Baca: Komunitas Cawan Pontianak Angkat Festival Kalbar Agar Dikenal Dunia

Cawan ini bermakna sebuah wadah yang dapat penampung berbagai wacana/wawasan misalnya tentang warga Pontianak, dari berbagai bidang/aspek dan lain sebagainya," jelasnya.

"Seperti kita nyantai di warung kopi, pasti berbagai aspek yang kita obrolkan disitu. Jadi inspirasinya dari warung kopi dimana cawan yang sebagai wadah tempat kumpul, ngobrol, dan berdiskusi dapat diimplementasikan untuk Kota Pontianak tentunya," tambah Tony.

Total keanggotaan Komunitas Cawan yang aktif ada 10 orang, satu diantaranya adalah mahasiswa dan sisanya alumni Fakultas Teknik Arsitektur Untan.

Tony mengatakan awalnya Komunitas Cawan memiliki kepanjangan yakni Cari Wawasan.

"Awalnya Cawan memiliki kepanjangan yakni Cari Wawasan, akan tetapi seiring berjalannya waktu dengan kegiatan utama kita acara Becakap, kita menjadi wadah saling sharing dalam berdiskusi dengan mengusung tema yang berbeda-beda," ujarnya.

"Dari Becakap satu hingga ke enam karin kita sudah sharing bersama arsitek-arsitek senior dan untuk kali ini kita bekerja sama langsung dengan Dosen PWK Untan dengan mengundang profesor dari Taiwan yang juga merupakan ahli antropologi kota dan festival," jelasnya.

Penulis: nicko ardinata
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help