Ajaib, Ini Kisah Bayi 8 Bulan yang Tertimbun Tanah Longsor Masih Hidup

Beruntung, ketiganya selamat. Wajah Hayu tertimpa genteng, Susilowati tertimpa pintu, sedangkan Solikhin tertimpa puing dan mampu menahannya.

Ajaib, Ini Kisah Bayi 8 Bulan yang Tertimbun Tanah Longsor Masih Hidup
tribunjateng/galih permadi
Keajaiban terjadi pada keluarga Solikhin, warga RT 2 RW 9 Tambora, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu kunjungi keluarga korban longsor. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEMARANG - Keajaiban terjadi pada keluarga Solikhin, warga RT 2 RW 9 Tambora, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Solikhin dan istrinya, Susilowati, dan anaknya Hayu Sri Latifah berumur 8 bulan selamat dari bencana talut longsor, Senin (13/2) malam.

Solikhin mengatakan sebelum kejadian ia, istri dan Hayu sedang tidur di kamar yang lokasinya tepat di bawah talut yang longsor.

Baca: Hotel Tertimpa Longsor, 14 Orang Tewas

"Hujan deras sore hari. Tidak ada tanda-tanda bakal longsor, tidak ada retak juga. Tiba-tiba longsor dan menimpa saya sama anak istri," ujarnya, Rabu (15/2/2017).

Beruntung, ketiganya selamat. Wajah Hayu tertimpa genteng, Susilowati tertimpa pintu, sedangkan Solikhin tertimpa puing dan mampu menahannya.

"Anak saya terpendam tapi beruntung wajahnya tertutup genteng sehingga bisa bernafas. Saya dan istri langsung minta tolong. Ibu saya minta tolong tetangga dan kemudian pintu didobrak," ujarnya.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu menyatakan prihatin atas kejadian tersebut.

"Ini mukjizat tapi harus dilakukan penanganan. Longsor di lima titik ini terjadi di perumahan karena tidak ada drainase yang baik," ujarnya. (Tribun Jateng/Galih Permadi)

Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help