TribunPontianak/

Sutarmidji Klaim Pisang Goreng Pontianak Dikenal Hingga Luar Negeri

Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi. Saya masih mencari tempat lain agar menjadi icon baru...

Sutarmidji Klaim Pisang Goreng Pontianak Dikenal Hingga Luar Negeri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. 

PONTIANAK, TRIBUN - Pontianak Food Festival and Fashion Festival 2017 sukses memecah Rekor MURI dengan Penggoreng Pisang Terbanyak sebanyak 131 penggoreng pisang. Rangkaian pemecahan rekor MURI pada Minggu, (5/2/2017) pagi dibuka langsung oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

"Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi. Saya masih mencari tempat lain agar menjadi icon baru. Kalau pajri nanas enakan saya dari Farah Quinn masak karena mamak saya dulu terima cateringan. Bagian masak nasi dan pajri nanas, saya yang masak. Ada lagi yang paling enak yaitu dari mangga muda,"ujar Midji pada Minggu, (6/2/2017).

Sutarmidji mengatakan, rekor MURI dengan Penggoreng Pisang terbanyak ini merupakan rekor MURI yang ke-5 dipecahkan Kota Pontianak. "Insyaallah nanti kami dengan BUMN akan membuat rekor MURI yang lain. Kami sedang siapkan mudah-mudahan tahun ini pas HUT Kota bisa ada satu atau dua rekor MURI lagi yang bisa kami pecahkan,"harapnya.

Baca: MURI Tetapkan Pontianak Sebagai Pemecah Rekor Penggoreng Pisang Terbanyak

Midji mengatakan pisang goreng khas Kota Pontianak, dikenal tak hanya di Indonesia tetapi di luar negeri. Mulai dari pisang nipah hingga selainya diakuinya sudah dikenal luas hingga di luar negeri. Setelah pisang, ada yang cukup dikenal kata Midji yaitu jeruk Pontianak dan juga talas yang berbeda dengan daerah manapun.

"Di Jakarta itu cerita dari Pak Angga (Management Mandiri) ada pisang goreng Pontianak dan sangat dikenal. Pisang goreng kita dari pisang nipah dengan selainya sudah dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi diluar negeri,"ujar Midji.

Selain itu yang sudah tidak asing kata Midji ada lidah buaya dan produk turunannya. Sehingga kedepan ada beberpaa pilihan untuk jenis-jenis yang akan menjadi pemecahan rekor MURI. Untuk mendorong tumbuh kembangnya bisnis kuliner di Kota Pontianak, Midji tidak ingin menetapkan satu tempat khusus.

"Saya menginginkan tidak hanya di satu tempat saja. Dengan harapan bisa menyebar di Pontianak yang secara wilayah tidak terlalu luas. Jika pusat kuliner ada dimana-mana tidak terfokus maka semua daerah bisa tumbuh. Contoh Jalan Prof M Yamin yang saat ini padat disusul Jalan Uray Bawadi dan Jalan Pancasila,"ujar Midji.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help