Kumpulan Buku Natal di Akhir Desember, Ada Kisah Mawar di Tiang Gantungan

Adalah Mawar, wanita tuna susila yang kerap menjajakan diri di jalanan berteman dengan si wanita tua yang buta.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/LISTYA SEKAR SIWI
Buku Mawar di Tiang Gantungan, sekumpulan kisah Natal di akhir Desember. TRIBUN PONTIANAK/LISTYA SEKAR SIWI 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mawar di tiang gantungan adalah satu di antara judul cerpen yang ada di buku sekumpulan kisah natal di akhir Desember terbitan Kompas tahun 2017.

Ada 14 judul di dalamnya yaitu Ia Berharap Jemputan Natal Ini Tidak Batal karya Sukma Sasmito, Santa karya Bondan Winarno, Misteri Kota Ningi karya Seno Gumira Ajidarma, Ing Ratri serta Doa Natal karya Bre Redana, lalu ada Parousia, Mawar di Tiang Gantungan, dan Requiem Kunang-Kunang karya Agus Noor, kemudian Ada Cerita di Kedai Tuak Martohap karya Timbul Nadeak, Tart di Bulan Hujan karya Bakdi Soemanto, Ibu Pulang karya Dewi Ria Utari, Tenggat Waktu karya Djenar Maesa Ayu dan terakhir Pohon Mati karya Dewi Ria Utari.

Kesemua cerita berlatarkan Natal, damainya, suka cita serta duka citanya. Cerpen Mawar di Tiang Gantungan karya Agus Noor ini bercerita tentang wanita tua yang buta tapi dapat melihat dengan hati.

Baca: Saksikan Perang Lawan Mayat Hidup di Resident Evil The Final Chapter

Adalah Mawar, wanita tuna susila yang kerap menjajakan diri di jalanan berteman dengan si wanita tua yang buta.

Si wanita tua sering bertemu mawar, bercerita tentang apa yang ia lihat tapi tak dilihat orang lain.

Menceritakan kisah yang di dapat dari penglihatan mata hati yang ia miliki dan beberapa cerita yang dapat membuat Mawar terkesima.

Mawar merasa wanita tua ini bisa jadi tempatnya berbagi cerita.

Si wanita tua buta punya firasat tentang tiang gantungan yang berkaitan erat dengan Mawar, Mawar meski sedikit percaya tapi tak begitu ambil pusing hingga tragedipun benar-benar terjadi.

Mawar yang telah dicap “kotor” di fitnah atas kejahatan yang tak ia lakukan. Masyarakat mencacinya, menuduhnya, tak ada yang tahu kebenarannya selain si Wanita Tua Buta, tapi siapa percaya pada wanita gelandangan yang bahkan tak punya bola mata.

Hingga kemudian Mawar yang dikutuk akan kecantikannya berakhir di tiang gantungan, tepat di malam Natal, tepat ketika nyanyian dan doa disenandungkan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved