Tari Kreasi "Fertilisasi", Kisah Pembuahan Sel Telur dan Sperma

Indah menceritakan, begitu hebatnya perjuangan sperma untuk membuahi sel telur hingga menjadi janin.

Tari Kreasi
TRIBUNPONTIANAK/NASARUDDIN
Penari "fertilisasi" berpose di photobooth Ikan mas Art Festival, usai tampil. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Perlu waktu lebih dari dua bulan, bagi Indah Putri Cendi menyiapkan penampilan "Fertilisasi".

Tari kreasi yang digarap dengan bantuan teman-temannya itu berkisah tentang pembuahan sel telur oleh sperma.

Indah menceritakan, begitu hebatnya perjuangan sperma untuk membuahi sel telur hingga menjadi janin.

Membentuk gumpalan darah yang kemudian menjadi bayi.

Namun ada yang menyia-nyiakannya.

"Saya tertarik mengangkat ini melihat dari pergaulan bebas saat ini. Terpeleset hubungan bebas, banyak yang tidak menghargai janin. Padahal untuk jadi janin, prosesnya empat sampai lima hari," katanya usai tampil di panggung Ikan Mas Art Festival 9.

Di sisi lain, ada orang yang sudah resmi menikah dan menginginkan anak namun belum berhasil mendapatkannya.

Ada juga seseorang yang sudah terlahir namun banyak mengeluh tentang kekurangan dirinya.

"Ada juga yang sudah lahir, mengeluh kurang ini itu. Padahal ada perjuangan panjang sehingga seseorang jadi seperti ini. Menghasilkan janin itu mengalahkan jutaan sperma, tapi masih tak bersyukur lagi," katanya.

Untuk menampilkan hasil koreografinya ini, Indah dibantu rekanya.

Dengan durasi enam menit 15 detik, Fertilisasi mereka tampilkan dengan pakaian dan makeup serba putih.

"Sperma identik dengan putih dan suci. Karena aslinya begitu. Tak ada sedikit nodapun. Bajunya saya rancang sendiri. Makeupnya saya sendiri juga," katanya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help