Citizen Reporter

Mie Sagu Pontianak Ala Rumah Makan Serambi

Mie yang terbuat dari tepung sagu ini diambil dari pohon-pohon sagu yang tumbuh secara alami maupun dibudidayakan di daerah tersebut.

Mie Sagu Pontianak Ala Rumah Makan Serambi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Warung makan Serambi jalan Dr Wahidin Gang sepakat 8. 
Citizen Reporter
Yusril 

Lapmi HMI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mie sagu adalah satu di antara kuliner yang menarik di Kalbar khususnya Kota Pontianak tepatnya tersedia di rumah makan Serambi jalan Dr Wahidin GANG Sepakat 8.

Mie Sagu sudah terkenal dan dikonsumsi masyarakat sekitar dari zaman nenek moyang hingga sampai saat ini.

Mie yang terbuat dari tepung sagu ini diambil dari pohon-pohon sagu yang tumbuh secara alami maupun dibudidayakan di daerah tersebut.

Hal yang membuat mie sagu berbeda dengan mie-mie lainnya adalah sensasi rasa yang khas, kenyal dan mudah membuat perut kenyang ketika dikonsumsi.

Mie sagu memiliki tekstur kenyalnya seperti karet gelang, warnanya seperti bihun hanya lebih bening, ukurannya lebih besar dari bihun lain, selain itu rasa dan aromanya pun lain, khas, tidak seperti mie basah ataupun bihun.

Baca: Booth Sharp Ayani Megamal Pontianak Bagi-bagi Angpau

Dikatakan Alfi pemilik warung makan Serambi, yang membuat mie ini menjadi spesial dari yang lain, khususnya di warung makan Serambi adalah proses pengolahannya, di mana mie ini diolah tanpa menggunakan bahan pengawet sehingga sangat alami dan sehat.

Proses pembuatannya pun dilakukan secara tradisional dengan resep asli yang diperoleh secara turun-temurun dari zaman nenek moyang oleh kokinya, Sehingga mie ini terjamin keaslian mutu dan rasanya.

"Walaupun mie ini diolah secara tradisional dan tidak menggunakan bahan pengawet namun mie ini tetap bisa disimpan dengan waktu yang relatif lama sebelum diolah", kata Alfi, Sabtu (14/1/2017).

Spesialnya lagi mie sagu ini adalah menjadi makanan diet bagi penderita kencing manis atau diabetes. Diet dengan menyantap makanan dari sagu terbukti mampu menurunkan gula darah penderita diabetes, karena kandungan karbohidrat dalam sagu sangat rendah sekali.

Jelasnya, mie sagu yang dijual di warung makan Serambi ini sendiri bisa memesan dengan penyajian yang beragam. Ada yang disajikan dengan telur, bakso, sosis, udang kering (ebi), dan penyajian vegetarian.

"Kita juga menyajikan pemesanan dengan telur, sosis, bulat bakso, sesuai dengan pemesanan" ungkapnya.

Mie sagu diolah sedemikian rupa sesuai dengan selera peminatnya. Namun, penyajian mie sagu klasik tetap menjadi favorit. Bahkan lanjutnya, harga yang ditawarkan untuk satu mangkok hanya enam ribu rupiah.

Selain itu Serambi yang berdinding papan dan beratapkan dau nipah ini juga menyajikan menu lain seperti, nasi goreng, mie tiau, bakso, mie ayam dan minuman segar lainya.

Saat penulis mencoba mencicipi mie sagu di Serambi memang memiliki rasa yang khas, tak hanya itu mie sagunya memiliki tepkstur yang lembut, belum lagi ditambah dengan kuahnya yang begitu terasa pas di lidah.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help