Berita Video

Kuasa Hukum Fendi Upayakan Banding, Ini Alasannya

Ini tidak balance dan tidak adil, klien kita di vonis tinggi, tersangka utama hanya satu tahun lebih dan perusahaan tak di sentuh

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kuasa Hukum dan pihak keluarga terpidana Fendi Kiantono yakni satu diantara terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Bansos SLPTT‎ tahun 2014 kecamatan SuNGAI Kakap Kubu Raya yang di vonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pontianak selama 5 tahun pidana penjara serta denda Rp 200 juta dan menganti kerugian negara Rp 493 juta akan melakukan perlawanan hukum atas vonis tersebut

Rencananya Etinawati dan Tuti RH Simanjuntak Kuasa hukum Fendi ‎akan melayangkan upaya hukum lanjutan, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga klien dan juga tim kuasa hukum lain.

Etinawati pun sangat menyesalkan  pihak aparat penegak hukum baik dari penyidik tak menyentuh dan melakukan pemanggilan kepada perusahaan produsen saprodi Pupuk Hayati Extragen dari PT Indoraya Mitra Persada yang dikatakan tak memiliki iZin.

"Ini tidak balance dan tidak adil, klien kita di vonis tinggi, tersangka utama hanya satu tahun lebih dan perusahaan tak di sentuh,"ungkapnya kesal.

Kuasa hukum mengaku kaget usai mendengar vonis majelis hakim yang di pimpin oleh Jahoras Siringoringo dan didampingi Maryono dan Soeherman ini lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kalbar yakni 5 tahun penjara denda Rp 200 juta dan uang pengganti kerugian negara Rp 493 juta.

Dalam persidangan kasus tipikor dana bansos SLPTT kec Sui Kakap kab Kubu Raya 2014‎, Majelis Hakim dalam amar putusan menilai terdakwa Fendi telah memenuhi unsur hukum melakukan pelanggaran pasal 2 UU Tikipor, yakni memperkaya diri.

Selain itu ada pertimbangan yang memberatkan yakni terdakwa tak mengakui perbuatan, tidak menganti nilai kerugian negara, namun ada juga yang meringankan yakni tak pernah di hukum dan menjadi kepala keluarga.

Maka vonis yang di bacakan langsung oleh ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Pontianak Jahoras Siringoringo yang menuturkan terdakwa di vonis 5 tahun pidana penjara potong masa tahan di Rutan, denda Rp 200 juta dan menganti uang kerugian negara Rp 493 juta,.

"Jika tidak di ganti, maka harta benda akan di lelang untuk mengganti uang kerugian negara, tetapi jika tidak cukup, maka di ganti dengan pidana penjara 2 tahun,"pungkas Ketua Majelis Hakim Jahoras Siringoringo.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved