Berita Video

Gelar Pementasan Musik, UKM Sarang Semut Angkat Kisah Konflik Tanah Adat

Melihat latar belakang konflik mengenai tanah bumi Enggang ini, saya ingin mengangkatnya dalam garapan musik.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anes Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID PONTIANAK - UKM Sarang Semut bekerjasama dengan Taman Budaya menggelar pementasan tunggal musik bertajuk Tanah Merdeka karya Ferdinan di gedung tertutup Taman Budaya, jalan A Yani, Pontianak, Kalimantan barat sejak 15-17 Desember 2016, pukul 19.00 WIB.

Pementasan Tanah Merdeka ini Mengangkat permasalahan tanah adat melalui musik Dayak dalam situasi masa kini dan mengacu pada pola penggarapan musik modern, pementasan ini diadaptasi dari cerita masyarakat Dayak yang hidup di suatu daerah di pedalaman Kalbar beberapa puluh tahun silam.

Menceritakan  kisah seorang remaja berusia 16 tahun yang menentang keinginan ayahnya untuk menjual tanah warisan kepada oknum-oknum penguasa. Yang akhirnya membuat kehancuran di rumah tangga mereka. Selain tanah warisan terjual habis tanpa mendapatkan hasil yang di inginkan, kedua orang tuanya pun bercerai dan akhirnya meninggal dunia dalam himpitan ekonomi.

"Melihat latar belakang konflik mengenai tanah bumi Enggang ini, saya ingin mengangkatnya dalam garapan musik. Musik yang ditampilkan adalah penggambaran atau ilustrasi kehidupan manusia Dayak dengan segala permasalahan yang timbul menyangkut tanah adat dan imbasnya bagi kehidupan mereka. Artinya kami mencoba menyampaikan segala permasalahan mengenai tanah adat dalam ruang bunyi dan coba menginterpretasi pada masa sekarang. Hal ini untuk menyadarkan kepada penonton arti sesungguhnya dari Tanah Merdeka tersebut," ujar Ferdinan saat ditemui disela-sela gladiresik.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved