Berita Video

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Mempawah Gelar Rakor

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral operasi kepolisian terpusat 'Lilin Kapuas 2016' yang diikuti sejumlah pemangku kebijakan.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Menjelang natal tahun 2016 dan tahun baru 2017 kali ini, Polres Mempawah mulai memetakan potensi kerawanan yang akan terjadi disejumlah wilayah Kabupaten Mempawah.

Melalui rapat koordinasi lintas sektoral operasi kepolisian terpusat 'Lilin Kapuas 2016' yang diikuti sejumlah pemangku kebijakan di Kabupaten Mempawah, di Polres Mempawah, Jumat (16/12/2016).

Dalam rakor linsek bertema kita tingkatkan sinergi Polri dan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 diwilayah Hukum Polres Mempawah ini turut dihadiri sejumlah perwakilan forkopimda, tokoh masyarakat hingga pelaku usaha.

Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono, S.Ik berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dilingkungannya masing-masing.

rapat koordinasi lintas sektoral operasi kepolisian terpusat 'Lilin Kapuas 2016'
Suasana rapat koordinasi lintas sektoral operasi kepolisian terpusat 'Lilin Kapuas 2016' yang diikuti sejumlah pemangku kebijakan di Kabupaten Mempawah, di Polres Mempawah, Jumat (16/12/2016).

"Peran aktif masyarakat sangat kita butuhkan dalam membantu kinerja polisi," ujarnya.

Apalagi saat ini menghadapi natal dan tahun baru, sangat rentan terhadap segala kemungkinan kriminalitas dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ditambahkan Wakapolres Mempawah Kompol Engkus Kusnadi menekankan, beberapa data kondisi masyarakat kabupaten Mempawah menjadi input derngan tujuan konkrit agar para stakeholder siap mendukunga terwujudnya suasana kamtibmas di masyarakat.

Ia mengatakan beberapa ancaman isu global yang mungkin terjadi dan perlu menjadi perhatian mulai dari ancaman teroris seperti belakangan ini adanya bom panci.

"Sel-sel teroris, apalagi jika dikatakan Sat Intel dimungkinkan di daerah kita disinyalir ada pentolan, tidak menutup kemungkinan Mempawah booming dengan pernah adanya gafatar," ujarnya.

Ia mengatakan agama boleh saja berbeda namun kerukunan menjadi tanggungjawab semua. "Sehingga bukan tanggung jawan FKUB semata, pemkab semata dan bukan juga ada di Polres Mempawah," katanya.

Engkus Kusnadi mengatakan isu global kedua berkaitan dengan narkoba. Dimana sejumlah wilayah di Mempawah diantaranya Siantan, Sungai Pinyuh, Anjungan adalah area merah berkaitan dengan cikal bakal penyebaran narkoba.

Sehingga ia berharap jangan sampai kegiatan peribadatan dijadikan ajang untuk pesta narkoba.

"Karena narkoba lebih bahaya dari bom meledak, narkoba merusak ke sendi-sendi pikiran, fisik, tatanan sosial, makanya narkoba patut disebut ekstra ordinary crime seperti korupsi,"ujarnya.

Maka hanya menjadi perhatian luar biasa dengan melibatkan sejumlah pihak, bukan hanya dipundak kepolisian melainkan pundak semua pihak.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved