TribunPontianak/

Petrus Bakus Secara Fisik Sehat Hanya Suka Berhalusinasi

Tidak bisa diprediksi berapa lama,berapa minggu atau bulan harus bagus. Jadi kita intervensi tidak hanya dengan pengobatan....

Petrus Bakus Secara Fisik Sehat Hanya Suka Berhalusinasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi, Petrus Bakus dikawal ketat polisi usai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Sintang, Rabu (20/7/2016) siang. Usai sidang, Bakus kembali dibawa ke tahanan Rutan Kelas 2B Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, MELAWI - dr Hermini menjelaskan bahwa proses penyembuhan atau pengobatan bagi pasien sakit jiwa berbeda dengan penyakit fisik.

Baca: Polisi Melawi yang Mutilasi Anaknya ini Berbaur dengan Pasien Lain di RSJ Sungai Bangkong

Menurutnya penyembuhan penyakit jiwa, sangat tergantung terhadap diagnosanya kemudian latar belakang keperibadian pasien.

"Tidak bisa diprediksi berapa lama,berapa minggu atau bulan harus bagus. Jadi kita intervensi tidak hanya dengan pengobatan, tetapi juga secara psikologis, dan manipulasi linkungan atau secara terapi sosial," Kata dr Hermini.

Dikatakanya pula bahwa PB dirawat layaknya pasien pada umumnya.

Menurutnya berdasarkan pengamatan yang bersangkutan tidak perlu di isolasi.

Ia menjelaskan ada beberapa kriteria pasien harus diisolasi, misalnya berpotensi membahayakan dirinya dan lingkunganya.

"Dia tidak apa-apa dan bisa gabung dengan yang lain. Karena tidak ada kriteria seperti yang saya sebutkan tadi,"ungkapnya.

Sementara itu PB secara fisik tampak sehat.

Iapun tampak aktif berkomunikasi dengan, dr Hermini.

Hanya saja sesekali masih seperti berhalusinasi, misalnya menganggap kedua anaknya masih hidup.

"Anak-anak sudah pulang ,habis dipengadilan kemarin . Baik mereka," ujarnya kepada dr Hermini.

Keduanya terlihat berkomunikasi satu, selama 10 menit di ruang PICU.

Penulis: Zulkifli
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help