Banjir Landa Singkawang, Warga Pasiran Mengungsi

Di Kelurahan Pasiran 20 Kepala Keluarga memilih mengungsi karena tingginya air di wilayahnya.

Banjir Landa Singkawang, Warga Pasiran Mengungsi - banjir-singkawang_20161130_210757.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Sejumlah pengendara dan warga melintasi genangan air di jalan Kalimantan, Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (30/11/2016). Banjir setinggi lutut manusia dewasa merendam sejumlah jalan protokol di Singkawang, beberapa di antaranya di jalan Kalimantan dan jalan Jend Sudirman.
Banjir Landa Singkawang, Warga Pasiran Mengungsi - banjir-singkawang_20161130_210903.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Sejumlah pengendara dan warga melintasi genangan air di jalan Kalimantan, Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (30/11/2016). Banjir setinggi lutut manusia dewasa merendam sejumlah jalan protokol di Singkawang, beberapa di antaranya di jalan Kalimantan dan jalan Jend Sudirman.
Banjir Landa Singkawang, Warga Pasiran Mengungsi - banjir-singkawang_20161130_210902.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Sejumlah pengendara dan warga melintasi genangan air di jalan Kalimantan, Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (30/11/2016). Banjir setinggi lutut manusia dewasa merendam sejumlah jalan protokol di Singkawang, beberapa di antaranya di jalan Kalimantan dan jalan Jend Sudirman.
Banjir Landa Singkawang, Warga Pasiran Mengungsi - banjir-singkawang_20161130_210917.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Sejumlah pengendara dan warga melintasi genangan air di jalan Kalimantan, Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (30/11/2016). Banjir setinggi lutut manusia dewasa merendam sejumlah jalan protokol di Singkawang, beberapa di antaranya di jalan Kalimantan dan jalan Jend Sudirman.
Banjir Landa Singkawang, Warga Pasiran Mengungsi - banjir-singkawang_20161130_211022.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Sejumlah pengendara dan warga melintasi genangan air di jalan Kalimantan, Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (30/11/2016). Banjir setinggi lutut manusia dewasa merendam sejumlah jalan protokol di Singkawang, beberapa di antaranya di jalan Kalimantan dan jalan Jend Sudirman.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Singkawang berdampak beberapa kecamatan di Kota Singkawang dilanda banjir. Diantaranya kecamatan Singkawang Barat dan Singkawang Timur, Rabu (30/11/2016).

Di Kelurahan Pasiran 20 Kepala Keluarga memilih mengungsi karena tingginya air di wilayahnya. Dimana keluarga ini dikosentrasikan di posko pengungsian di kantor lurah pasiaran.

"Air cukup tinggi dan kami evakuasi beberapa warga yang rumahnya terendam banjir. Di kelurahan pasiran ada 20 kepala keluarga dengan 60 jiwa dan rencananya ada dari Condong juga sekitar 15 KK," ujar Kepala BPBD Kota Singkawang, Burhanuddin, Rabu (30/11/2016).

Beberapa posko telah disiapkan guna mengantisipasi meningkatnya jumlah pengungsi jika hujan kembali turun. Dan menurutnya kondisi air kemungkinan masih terus naik.

Baca: Sanitasi Buruk, Jalan Rawasari Kelurahan Roban Singkawang Tergenang Air

"Saat ini curah hujan cukup tinggi dan kami harap warga tetap wasapada terkait banjir ini. Posko yang kami siapkan bersama masyarakat diantaranya di kelurahan condong, kelurahan pasiran dan bukit batu," katanya.

Sementara itu Kasi kesiapsagaan dan tanggap darurat bencana, Jayadi HR mengatakan tingginya air di Kota Singkawang juga disebabkan beberapa faktor. Diantaranya kondisi air laut dan luapan air dari hulu disaat hujan deras mengguyur kota Singkawang.

"Kalau bahasa nelayan itu, saat ini air laut sedang kondah (tidak surut dan tidak pasang). Kemudian hujan turun dan di hulu air turun ke kantong-kantong wilayah rendah di Kota Singkawang, akhirnya banjir," katanya.

Namun jika air laut sudah kembali pada kondisi semula kemungkinan banjir akan surut.

"Curah hujan tertinggi itu sekitar bulan januari karena prediksi juga tidak bisa sembarangan dengan berdasarkan data BMKG. Dan air kondah ini biasanya hanya 4 hari hingga seminggu jika itu sudah normal maka air bisa mengalir ke laut," tuturnya.

Ia mengatakan untuk warga yang ingin mengungsi bisa segera melaporkan ke ketua RT setempat. "Bagi yang masih ingin bertahan silahkan, namun jika ada yang ingin mengungsi bisa langsung melapor ke ketua RT untuk nanti di evakuasi," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help