TribunPontianak/

Tradisi Robo robo

Puluhan Kapal Antar Rombongan Keraton Melaksanakan Prosesi Ritual Buang-buang

Puluhan kapal hias mengantar iring-iringan rombongan panembahan keraton Amantubillah dalam melaksanakan prosesi ritual buang-buang

Puluhan Kapal Antar Rombongan Keraton Melaksanakan Prosesi Ritual Buang-buang
TRIBUNFILE/YOUTUBE
Ratusan Warga saat menghadiri acara Robo-robo di Kuala Mempawah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ribuan masyarakat berbondong-bondong yang memadati lokasi pelabuhan Kuala Mempawah untuk menyaksikan langsung puncak ritual Robo-Robo di Mempawah juga tak ingin melewatkan untuk bertemu dengan raja Mempawah Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa, DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim beserta Permaisuri Ratu Kencanawangsa Dr Ir Arini Mariam dan keluarga keraton Amantubillah yang melaksanakan ritual di Sungai Mempawah, Rabu (30/11/2016).

Puncak kegiatan robo-robo ditandai dengan pelaksanaan ritual buang-buang yang dilakukan langsung oleh Penembahan Istana Keraton Amantubillah, Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim, bersama permaisuri dan kerabat keraton lainmnya.

Puluhan kapal hias mengantar iring-iringan rombongan panembahan keraton Amantubillah dalam melaksanakan prosesi ritual buang-buang.

Ritual ini yakni sebagai napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon beserta pengikutnya dari Kerajaan Matan ke Kerajaan Mempawah yang konon menggunakan 40 Perahu Bidar.

Karena juga bertepatan dengan bulan Safar, maka masyarakat Mempawah memperingatinya sebagi upacara tolak bala, karena masyarakat Mempawah yakin pada bulan Safar banyak diturunkan bala.

Baca: Tradisi Robo-robo Juga Dapat Dijumpai di Nanga Pinoh Loh!

Ritual Buang-buang menandakan bahwa dalam prosesi Ritual Robo-robo juga terdapat nilai-nilai religius.
Dalam Ritual Buang-buang tidak semata-mata penghormatan dan pengakuan terhadap keberadaan sungai dan laut sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat, tapi juga tersirat keinginan untuk hidup selaras dengan alam sekitar.

Usai melaksanakan ritual di muara Sungai Mempawah, Raja bersama permainsuri lantas melakukan ritual tepung tawar terhadap puluhan perahu nelayan. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian ketupat kepada masaryakat yang sudah berdesak-desakan menunggu Raja dan permainsuri.

Usai melaksanakan prosesi ritual ini, Raja bersama permainsuri dan rombongan lantas menghadiri kegiatan puncak ceremonial bersama pejabat daerah dan tamu undangan lainnya disekitar pelabuhan Kuala Mempawah. 

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help