Tradisi Robo Robo

Mardan: Keberagaman Bukanlah untuk Jadi Perbedaan,Tapi Sebagai Pemersatu Bangsa

Berbeda-beda jangan sampai kita tinggalkan, jangan samar-samar, melainkan bhineka tunggal ika, bukan samar tunggal ika,

Mardan: Keberagaman Bukanlah untuk Jadi Perbedaan,Tapi Sebagai Pemersatu Bangsa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DHITA MUTIASARI
Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, Rabu (30/11/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Raja Mempawah, Raja Mempawah Pangeran Ratu Mulawangsa DR Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim dalam kesempatan menyapa warga dalam kegiatan Robo-Robo mengingatkan kembali pentingnya keberagaman dalam kehidupan bukanlah untuk menjadi perbedaan melainkan untuk mempersatukan sebagai suatu bangsa.

"Saya tidak ingin setetes darah pun dari saudara suku dan agama tadi tumpah, yang perlu kita lakukan bagaimana kita mencegah kekuatan untuk memecah belah kita,"ujarnya.

Ia mencontohkan saat ini dari kerajaan juga memiliki laskar rumpun Opu Daeng Manambon yang berasal dari berbagai suku dan agama bahkan dari berbagai daerah hingga jumlahnya mencapai 13 ribu.

Ia lantas mengatakan yang sangat disayangkan saat ini adalah mulai adanya pengaruh budaya luar yang merusak tatanan bangsa dan generasi seperti narkoba, paham radikalisme. Ini dikatakannya lantaran karena saat ini masyarakat sudah meninggalkan kebhinnekaan yang dinilainya sudah samar.

"Berbeda-beda jangan sampai kita tinggalkan, jangan samar-samar, melainkan bhineka tunggal ika, bukan samar tunggal ika,"ujarnya.

Baca: Robo-robo Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Ia mengatakan bahkan dalam acara Robo'-Robo' ini pihak kerajaan saja memiliki ikatan batin, sehingga dalam event ini juga dihadiri langsung oleh sejumlah tamu kerajaan dari berbagai kerajaan nusantara baik Sumatera, Sulawesi, Jakarta, Jatim, bahkan dari Malaysia dan Brunai Darussaalam. "Ini yang harus kita manfaatkan agar kita menjadi kuat,"ujarnya.

Bahkan dengan kekuatan ini termasuk dengan kekuatan laskar opu, dimintanya baik pihak eksekutif dan legislatif serta pihak keamanan agar tidak dicurigai keberadaanya. "Kita ajak peran bersama menjaga keutuhan bangsa ini, pertautan agar lebih kuat,"jelasnya.

Bahkan ia berharap kekuatan inilah untuk dimanfaatkan untuk menjaga kedamaian. Ia mengatakan kuatnya bangsa ini karena rakyatnya saling bahu membahu dengan masyarakat dan keamanan.

"Misalnya masalah nelayan kemarin saya tidak turun karena karena disana ada laskar saya dan disini ada laskar saya, saya tidak turun tangan karena saya percayakan dengan aparat keamanan, kepolisian, ekskutif dan legislatif.

"Saya hanya usulan saja karena saya tidak punya kekuatan melainkan masyarakat dan batin ini. Namun ini bertautan,"jelasnya.

Kemerdekaan bangsa Indonesia juga dikatakannya tidak lepas dari peran perjuangan dan persatuan kerajaan nusantara. Ia mencontohkan perjuangan para pejuang Mandor saja saat berperang melawan Jepang, saat mereka bersama melawan penjajah tidak pernah mempersoalkan asal perbedaan. "Sampai korban mau dipancung jepang pernmahg kahh dia mbertanya kamu dari agama apa,"tambahnya.

Ikuti kami di
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Jamadin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help