Citizen Reporter

LSKM Kalbar Prihatin Kondisi Bangsa

Setelah diproklamirkan sumpah pemuda dan dibacakan teks proklamasi, maka masalah kebhinnekaan sudah selesai.

LSKM Kalbar Prihatin Kondisi Bangsa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekjend Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kalbar, Abdul Muhid SH. 
Citizen Reporter
Abdul Muhid SH
Sekjend Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sungguh memprihatinkan kondisi Indonesia saat ini, disaat negara lain sibuk bersaing untuk menjadi negara maju, lain halnya dengan Indonesia yang masih disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sebetulnya sudah lawas, namun kerap muncul kembali dan sangat berkepanjangan proses penyelesaiannya yaitu masalah kebhinnekaan.

Saya pikir, setelah diproklamirkan sumpah pemuda dan dibacakan teks proklamasi, maka masalah kebhinnekaan sudah selesai dan tidak perlu kita permasalahkan lagi.

Sekarang bagaimana kita mampu mengisi dan merealisasikan kebhinnekaan ini, dengan cara saling menghormati perbedaan yang ada.

Baca: Suhu Bumi Meningkat Akibat Eksploitasi SDA Berlebihan

Jangan sampai kejadian yang mengemuka belakangan ini menyebabkan terjadinya perpecahan ditengah-tengah masyarakat, dan tidak melupakan kita terhadap persoalan-persoalan lain, yang sesungguhnya sangat penting kita sikapi dengan bijaksana dan kita selesaikan secara bersama-sama.

Ada banyak persoalan yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama untuk segera diselesaikan.

Pertama, nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa yang tidak dijadikan sumber etika, sehingga menyebabkan terjadinya krisis moral dikalangan masyarakat khususnya dikalangan remaja.

Kedua, konflik sosial budaya terus terjadi karena kemajemukan suku, kebudayaan dan agama yang tidak dirawat dengan baik, yang ditandai dengan tidak adanya sikap menghormati dan toleransi.

Ketiga, penegakan hukum yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hukum di negeri ini masih tajam kebawah dan tumpul keatas.

Keempat, perilaku ekonomi berlangsung tidak sehat, sehingga terjadilah praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan kebijakan pemerintah yang cenderung berpihak kepada pihak asing serta merugikan rakyat.

Kelima, sistem politik yang tidak berjalan baik, sehingga belum melahirkan pemimpin yang berkualitas, bijaksana yang peduli dan sayang kepada rakyatnya.

keenam, peralihan kekuasaan yang sering menimbulkan konflik, pertumpahan darah dan dendam, sebagai pertanda demokrasi belum berjalan baik.

ketujuh, penyalahgunaan kekuasaan oleh penguasa, yang diakibatkan oleh lemahnya fungsi pengawasan.

Saya menghimbau kepada masyarakat, mari kita berperan aktif menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena berdiam diri bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini.

Ikuti kami di
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help