Lintas Etnis Sanggau Sepakat Jaga Kedamaian

Upacara yang itu mengangkat tema “Nusantara Bersatu Indonesiaku Indonesiamu Indonesia Kita Bersama Bhineka Tunggal Ika”.

Lintas Etnis Sanggau Sepakat Jaga Kedamaian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Perwakilan tokoh adat saat menandatangani deklarasi kebangsaan yang disaksikan Bupati Sanggau, Kapolres Sanggau, dan Dandim 1204/Sanggau di halaman kantor Bupati Sanggau, Rabu (30/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dalam rangka menjaga kesatuan dan persatuan antar umat beragama, Kodim 1204/Sanggau bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau menggelar deklarasi kebangsaan yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Sanggau, Rabu (30/11).

Upacara yang itu mengangkat tema “Nusantara Bersatu Indonesiaku Indonesiamu Indonesia Kita Bersama Bhineka Tunggal Ika”.

Upacara dipimpin Bupati Sanggau Paolus Hadi memimpin apel yang juga dihadiri Dandim 1204/Sanggau, Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go, Ketua Pengadilan, Irfir Rochman, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Sekda Kabupaten Sanggau, AL Leysandri, dan sejumlah tamu lainya.

Baca: DPRD Sanggau Gelar Rapat Paripurna dengan Agenda PA Terhadap APBD 2017

Sementara peserta upacara terdiri dari Kodim 1204/Sanggau, Kipan B Yonif 642/Kps, Polres Sanggau, Satpol PP Kabupaten Sanggau, Damkar Kabupaten Sanggau, PNS di lingkungan Pemkab Sanggau, para tokoh adat dan tokoh masyarakat serta pelajar dengan menggunakan ikat kepala merah putih.

Dandim 1204/Sanggau Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnwa menjelaskan bahwa deklarasi kebangsaan merupakan bentuk komitmen seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemudan serta unsur masyarakat lainnya untuk bersama-sama menciptakan situasi di Kabupaten Sanggau yang aman, nyaman.

“Saya minta para tokoh ini memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kegiatan hari ini. Dan saya minta juga mereka dan masyarakatnya jangan terpengaruh dengan provokasi orang-orang yang ingin memecah kesatuan dan persatuan bangsa,” katanya.

Dandim yang membacakan point deklarasi yang kemudian diikuti para tokih etnis yang hadir menyebut ada lima point penting dalam dekralasi kebangsaan yang harus dipahami oleh seluruh tokoh yang hadir. Point

pertama, sepakat menjaga kerukunan antar umat beragama berbangsa dan berbegara dalam rangka menjaga kebhinekaan dan cinta damai guna mewujudkan persatuan dan kesatuan yang kokok di Kabupaten Sanggau berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Kedua, sepakat membangun dialog antar tokoh umat beragama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dengan mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah dan mufakat demi terciptanyakan kerukunan dan kedamaian.

Ketiga, sepakat membangun kesadaran antar umat beragama dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya serta tidak terpengaruh dengan berbagai bentuk provokasi antar umat beragama untuk menjalankan ibadah yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help