TribunPontianak/

Komentar Kadisdik Melawi Soal Wacana Penghapusan UN

Namun Kadis secara peribadi menilai UN masih dibutuhkan, terlebih bagi sekolah di daerah yang masih banyak keterbatasan SDM nya.

Komentar Kadisdik Melawi Soal Wacana Penghapusan UN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Melawi, Joko Wahyono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Kadisdik Melawi Joko Wahyono, mengungkapkan, memang ada wacana penghpusan UN yang dilontarkan menteri pendidikan. Namun sepengetahuanya wacana tersebut, rencanaya diterapkan bagi sekolah yang sudah berstandar nasional .

"Yang saya tahu UN rencanaya dihapuskan 30 persen bagi sekolah yang dianggap sudah mapan dan nilainya sudah tidak diragukan. Sedangkan 70 persen sekolah yang belum itu, masih akan dilaksanakan Ujian Nasional," katanya kepada Tribun, Senin (28/11/2016).

Namun Kadis secara peribadi menilai UN masih dibutuhkan, terlebih bagi sekolah di daerah yang masih banyak keterbatasan SDM nya.

"UN penting untuk pemetaan siswa. Karena kalau tidak ada UN bagaimana kita mengetahui mutu pendidikan kita," ujarnya.

Baca: Orangtua Murid di Kubu Raya Minta Evaluasi Penghapusan Ujian Nasional

Seperti diketahui lanjutnya masih banyak sekolah di kab Melawi, yang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar.

"Kalaupun di hapuskan ya dampaknya kita tidak sapat memperoleh pemetaan mutu pendidkan kita. Sementara kita tahu khususnya di melawi dari sisi prasarana belum mememenuhi standar. Apalagi di beberapa wilayah pedalaman," ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help