TribunPontianak/

Kebakaran di Siantan

Tangis Said Pecah Lihat Rumahnya Terbakar

Saya bekejar, sampai rumah udah ada asap gak bisa ditolong, saya bilang sama anak-anak udahlah turun, keluar dari rumah

Tangis Said Pecah Lihat Rumahnya Terbakar
IST/BPBD KOTA PONTIANAK
Kebakaran melanda Pasar Siantan, Jalan Gusti Situt Machmud, Siantan, Pontianak Utara, Minggu (23/10/2016) malam. 10 ruko dan 6 rumah penduduk hangus terbakar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Said Buyat (56), warga Gang Bersatu 1 tak mampu menahan tangisnya ketika awak media mewawancarai perihal kebakaran yang meratakan bangunan rumah miliknya.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Said menceritakan bagaimana api melahap habis rumah yang telah ia tempati selama lebih dari 20 tahun. Said mengaku mengetahui rumahnya terbakar seusai menunaikan ibadah salat Isya di surau dekat rumahnya.

Selesai salat, Said lantas beranjak meninggalkan surau. Ketika menuju rumahnya, ia melihat asap pekat membumbung tinggi dari kawasan tempat ia tinggal.

Said pun berlari ke arah rumahnya. Namun ia terlambat, api telah membesar dan rumahnya tak dapat lagi ditolong.

“Saya bekejar, sampai rumah udah ada asap gak bisa ditolong, saya bilang sama anak-anak udahlah turun, keluar dari rumah,” ucap Said dengan mata berkaca-kaca, Senin (24/10/2016).

Di rumah yang telah di tempatinya itu, Said tinggal bersama anak dan cucunya. Ada tiga Kepala Keluarga (KK) yang mendiami rumah yang telah rata dengan tanah akibat kebakaran.

Said kebakaran terjadi, keluarganya sedang berada di rumah sedang menonton acara di televisi. Said mengaku, tak ada satupun barang yang berhasil ia selamatkan dari rumahnya. Ia hanya bersyukur nyawa anak-anak dan cucunya berhasil selamat.

“Satu pun barang tidak ada terselamatkan, yang penting nyawa aja, anak-anak dan cucu saya selamat. Alhamdulilah,” kata Said menahan air matanya.

Said yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan kini harus tinggal sementara di rumah orangtuanya yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Said berharap ada bantuan dari pemerintah kepada ia dan korban lainnya yang tertimpa musibah kebakaran.

“Harapannya rumah bisa dibangun kembali,” harapnya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help