TribunPontianak/

Kebakaran di Siantan

Kebakaran Hebat, Ruko Dua Lantai Istana Kita Ambruk

Erwin menceritakan, pada saat kejadian ia sedang berada di seberang membawa anak pergi membeli keperluan sekolah.

Kebakaran Hebat, Ruko Dua Lantai Istana Kita Ambruk
IST/BPBD KOTA PONTIANAK
Kebakaran melanda Pasar Siantan, Jalan Gusti Situt Machmud, Siantan, Pontianak Utara, Minggu (23/10/2016) malam. 10 ruko dan 6 rumah penduduk hangus terbakar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Pemilik Ruko Istana Kita, Erwin Heng (41) mengatakan, dua lantai ruko miliknya ambruk di bagian tengah dan belakang akibat dilahap si jago merah, Minggu (23/10/2016) malam.

“Dari tingkat tiga, dua lantai ambruk, tapi di tengah-tengah sama belakangnya,” kata Erwin ditemui di depan Rukonya, Senin (24/10/2016).

Erwin menceritakan, pada saat kejadian ia sedang berada di seberang membawa anak pergi membeli keperluan sekolah.

Baca: Sebanyak 89 Korban Kebakaran Terpaksa Mengungsi

Tengah asik memilih keperluan sekolah anak, ia mendapat telepon dari kakanya yang mengabarkan terjadi kebakaran di Ruko sekitar pukul 19.00 WIB lewat.

Ia lantas bergegas kembali menuju Ruko milikinya. Namun sesaat sebelum sampai ia tidak bisa lewat karena arus lalu lintas yang lumpuh.

Ia lalu berjalan kaki menuju Ruko dan melihat api sudah membesar di belakang Ruko.

“Kondisi ada beberapa yang bisa diselamatkan, tapi kebanyakan sudah habis terbakar dan terkena air menyebabkan barang rusak,” ungkapnya.

Pemilk Ruko lainnya, Suriadi (62) menceritakan bahwa saat kebakaran terjadi, ia sedang makan malam di belakang rumahnya. Saat itu ia mendengar orang berteriak.

Suriadi lalu keluar mendatangi sumber teriakan dan mendapati api telah menyala di belakang tak jauh dari Ruko miliknya.

“Api dari belakang Ruko, ada orang teriak-teriak saya kira ada apa. Terus BPAS juga bunyikan lonceng mukul tiang tripon,” katanya.

Saat kebakaran ia langsung keluar menyelamatkan mobil dan beberapa barang lainnya.

Namun banyak juga barang lain seperti TV dan lainnya yang tidak bisa terselamatkan.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help