TribunPontianak/

Kebakaran di Siantan

Ateng : Sulit Sumber Air Karena Tak Ada Hydrant

Iya, tadi menyala lagi, itu karena bara api masih ada tertimpa reruntuhan bangunan, saat ini masih di lakukan pemadaman

Ateng : Sulit Sumber Air Karena Tak Ada Hydrant
ISTIMEWA
api saat menghanguskan ruko di kawasan Pasar Siantan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ateng Tanjaya Ketua Forum Komunikasi Pemadam kebakaran Kota Pontianak membenarkan api kembali menyala di lokasi kebakaran di Pasar Siantan.

Ia menuturkan kebakaran yang melanda di Pasar Siantan tersebut petugas pemadam kebakaran pada peristiwa kebakaran di hari minggu (23/10) malam ‎harus berjaga hingga Senin (24/10/2016) subuh sekitar pukul 03.00 - 04.00 WIB

"Iya, tadi menyala lagi, itu karena bara api masih ada tertimpa reruntuhan bangunan, saat ini masih di lakukan pemadaman,"kata Ateng saat di konfirmasi pada Senin (24/10) malam

Kepada Tribun, Ateng menuturkan pasar yang mengalami kebakaran tersebut adalah bangunan tua yakni di perkirakan yang di bangun tahun 1984 dan berada di lokasi pemukiman padat penduduk.

"Bangunan itu sudah lebih 20 tahun, jadi sudah tua dan semi permanen banyak bangunan yang sebagian semen dan kayu, tadi api menyala karena angin pun kuat,"katanya.

Dikatakannya lagi," dan api yang menyala tadi itu bara api yang tertimpa reruntuhan, ibarat api dalam sekam, maka harus di padamkan secara menyeluruh, selain itu pun sumber air jauh dari sungai sekitar 300-400 meter,"katanya.

Pada kesempatan ia juga mengatakan kesulitan saat pemadamanan selain kesulitan mendapatkan sumber air karena parit yang ada di dekat lokasi sudah kering dan juga tidak adanya hydrant.

"Di lokasi kebakaran itukan lokasi padat penduduk, selain itu kami juga kesulitan mengakses lokasi, karena ramainya masyarakat yang ingin menonton, kami harap aparat kepolisian dapat mendukungan akses kami saat menuju lokasi,"ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Petugas Pemadam Kebakaran dari luar kota Pontianak seperti dari Kubu Raya, Sui Purun dan Jungkat yang datang turut berpartisipasi saat padamkan kebakaran kemarin.

Ateng juga menyarankan kepada pemerintah kota untuk membangun hydrant, terlebih saat ini kota Pontianak berkembang pesat, hydrant sebagai antisipasi bila terjadi musibah kebakaran dan berada di lokasi sulit mendapatkan air.(

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help