Baharudin Berangkat Pakai Paspor Filipina Karena Takut Meninggal Sebelum Naik Haji

Padahal waktu itu keluarga telah menggelar pesta keberangkatan naik haji dan mengundang tetangga serta kerabat terdekat.

Baharudin Berangkat Pakai Paspor Filipina Karena Takut Meninggal Sebelum Naik Haji
ISTIMEWA
Istri Are, jemaah haji dari Nunukan yang berhasil lolos menunaikan haji dengan menggunakan pasport Filipina. Hari Jum’at (21/10/2016) kemarin Pemerintah Indonesai telah memulangkan 106 jemaah hasji asal Indonesia yang menggunakan pasport negara Filipina. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, NUNUKAN –  Are (45), warga Kabupaten Nunukan, Kaltara mengucap syukur karena mendengar suaminya, Baharudin (55) dan anaknya, Hasma selamat dan telah berada di Jakarta.

Kedua orang yang disayanginya tersebut merupakan rombongan haji yang menggunakan paspor Filipina yang dipulangkan pemerintah Indonesia, Jumat (21/10/2016) kemarin.  “Alhamdulillah sehat, sudah telepon, sudah dipulangkan dari Filipina kemarin,” ujarnya, Minggu (23/10/2016).

Dijelaskan Are, suaminya sudah hampir sebulan berada di Kedautaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila setelah pulang menunaikan ibadah haji. Dia mengaku setiap malam bisa menghubungi suaminya di Filipina meski dengan biaya mahal. Are mengatakan, suaminya telah tiga bulan di Filipina sejak berangkat hingga dipulangkan kembali ke Indonesia. "Sekali telepon Rp 100.000, itupun cuma sebentar,” imbuhnya.

Kenekatan Bahar pergi naik haji melalui Negara Filipina, menurut Are, karena lamanya daftar tunggu jika melalui jalur haji reguler di Indonesia. Baharudin telah mendaftar sebagai calon haji reguler dari Nunukan dan harus menunggu hingga 4 tahun ke depan untuk berangkat haji.

Dikarenakan Baharudin  saat ini menderita penyakit gula. Baharudin khawatir tidak bisa menunaikan ibadah haji jika harus menunggu 4 tahun.

Dia pun berangkat haji melalui jalur tak resmi dengan didampingi anaknya, Hasma yang juga seorang tenaga perawat. Hasma dibawa karena bisa memberi obat untuk Baharudin di waktu tertentu. “Bapak itu takutnya keburu meninggal belum naik haji karena menderita penyakit gula,” kata Are.

Sebelumnya, Bahari sudah akan berangkat haji melalaui Negara Filipina pada tahun 2015. Namun karena alasan visa yang diurus oleh pengurus di Negara Filipina belum keluar, sehingga keberangkatan haji tahun kemarin tertunda.

Padahal waktu itu keluarga telah menggelar pesta keberangkatan naik haji dan mengundang tetangga serta kerabat terdekat.

“Kemarin berangkatnya diam-diam karena takut gagal lagi. Keluarga bersyukur, beliau selamat dan sudah menunaikan haji sesuai keinginannya,” sambung Are.

Hari Jumat (21/10/2016) kemarin, Pemerintah Indonesai telah memulangkan 106 jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan paspor negara Filipina.

Para WNI tersebut terdiri dari 28 laki-laki dan 78 wanita yang berasal dari 9 daerah, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Lampung. Sebagian dari mereka tercatat berdomisili di Sabah, Malaysia.

Dari para jemaah haji yang dipulangkan pemerintah, sembilan di antaranya tercatat berasal dari Kabupaten Nunukan.

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved