Mau Beli Oleh-oleh Kota Singkawang? Disinilah Pusatnya!

Berbagai macam produk olahan makanan tersedia lengkap di tempat ini mulai dari Terasi (blacan) Khas Singkawang, Cencalok...

Mau Beli Oleh-oleh Kota Singkawang? Disinilah Pusatnya!
TRIBUNPONTIANAK/RAYMOND KARSUWADI
Pusat Oleh-oleh Kota Singkawang, Jl Pemuda, Singkawang Tengah, Jumat (21/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketika berpergian ke suatu daerah, tentunya tidak sah apabila kita hanya berjalan-jalan berkeliling tanpa membeli sesuatu untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.

Makanan khas daerah tersebut maupun kerajinan tangan bisa menjadi pilihan untuk dibawa sebagai buah tangan ketika akan kembali menuju jalan pulang kembali ke kota asal, baik untuk kerabat, teman, saudara maupun orangtua di rumah.

Kota Singkawang memiliki pusat oleh-oleh dengan berbagai macam produk khas baik makanan maupun kerajinan tangannya.

Pusat oleh-oleh di Kota Singkawang berada di Jalan Pemuda, Kecamatan Singkawang Tengah, tepatnya di depan Taman Burung Kota Singkawang.

Berbagai macam produk olahan makanan tersedia lengkap di tempat ini mulai dari Terasi (blacan) Khas Singkawang, Cencalok (Peda, bahasa masyarakat setempat untuk cencalok), aneka kue kering dan camilan.

Kemudian untuk produk kerajinan tangan ada batik, replika perahu, manik-manik hias, dan lainnya. Semuanya tersedia di Pusat Oleh-oleh Kota Sikawang ini silahkan datang dan memilih.

Sejak pertama kali dibuka pada 20 Febuari 2016 lalu, Pengelola pusat oleh-oleh Kota Singkawang, Hamdani Murfie mengatakan bahwa oleh-oleh yang dijual merupakan hasil produksi dari Usaha Mikro Kecil (UMK) yang ada di Kota Singkawang.

"Semuanya itu hasil produksi dari UMK yang ada di Kota Singkawang, dikumpulkan dan disajikan di sini, sebagai pusat oleh-oleh di Kota Singkawang," katany, Jumat (21/10/2016).

Hamdani juga mengatakan bahwa semua produk yang dijual dalam display cepat sekali untuk habis, sedangkan distribusi produk dari UMK sedikit lambat dalam berproduksi untuk memenuhi kebutuhan dan pangsa pasar yang ada.

"Produknya cepat terjual, tetapi supply produk dari UMK yang lambat, soal omset itu naik turun terganung turun naik rata rata Rp 15 jutaan lah keuntungannya," kata Hamdani.

Penulis: Raymond Karsuwadi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved