BSI Persiapkan Mahasiswa Hadapi MEA

Kalau untuk pekerjaan, pertama BSI punya pusat layanan karier yang bertujuan untuk memberikan akses dan jembatan buat para alumni mendapatkan pekerjaa

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK /LISTYA SEKAR SIWI
Direktur BSI Pontianak, Dedi Saputra saat menjawab pertanyaan orang tua mahasiswa dalam bincang kampus bersama orang tua mahasiswa di aula BSI Pontianak jalan Abdurrahman Saleh, Sabtu (15/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bina Sarana Informatika menggelar bincang kampus bersama orang tua mahasiswa di Aula BSI Pontianak Jalan Abdurrahman Saleh, Sabtu (15/10/2016).

Direktur BSI Pontianak, Dedi Saputra mengatakan kegiatan ini sebenarnya merupakan ajang silaturahmi dan perkenalan orangtua terhadap proses perkuliahan, pelayanan, fasilitas yang BSI berikan keanak-anak mereka.

“Kami juga perkenankan untuk mereka bersama-sama memantau, mengontrol anaknya dan para dosen di kampus caranya lewat website portal orangtua yang bisa diakses di website BSI. Jadi sistem kontrol ini bisa dua arah dari kampus dan orang tua. Selain itu kami juga ingin mendengar ekspektasi ataupun harapan mereka seperti apa yterhadap BSI, dengan memasukan anaknya ke BSI kan berarti mereka mempercayakan. Mereka beri masukan yang berarti dan positif yang nantinya akan jadi bahan koreksi BSI agar semakin baik kedepannya,” ujarnya.

Bincang kampus ini diikuti oleh ratusan orangtua mahasiswa. Diskusi yang bertemakan "Daya Saing Alumni BSI Dalam Menghadapi Dunia Pekerjaan" ini berlangsung hangat dengan menghadirkan narasumber Direktur BSI Pontianak, Dedi Saputra beserta beberapa staf. 203 orangtua yang hadir berasal dari beberapa kota yang ada di Kalbar, Dedi mengapresiasi kedatangan oarang tua mahasiswa apalagi diskusi itupun berjalan dengan lancar dengan banyaknya pertanyaan dari orangtua mahasiswa. Dedi pun memberikan kontaknya ke orangtua mahasiswa agar orangtua dapat bertanya dan memberikan masukan langsung kepadanya.

“Saya kasih kontak biar bisa langsung ditanggapi karena adanya keterbatasan, kalau ada info, masukan mengenai proses perkuliahan ataupun yang tidak sesuai dengan kebijakan BSI bisa langsung pertanyakan pada saya. Dibanding diam tiba-tiba ada kabar yang tidak enak dan itu tidak sesuai bisa berkomunikasi dengan saya kalaupun sulit bertemu. Intinya kami lembaga BSI sangat menjaga jalin silaturahmi mulai titip mahasiswa baru smpai jadi alumni,” ungkapnya.

Kegiatan ini sendiri merupakan kegiatan rutin yang selalu BSI gelar setiap tahunnya dengan tema yang berbeda setiap tahunnya. Sebagaimana yang telah disampaikannya tadi, kegiatan ini membuatnya mengenal orangtua mahasiswanya.

“Setiap penerimaan mahasiwa baru kita gelar kegiatan ini. Sudah pasti akan mendengar masukan walau pelaksanaannya nanti akan bertahap. Misalnya untuk prodi s1 yang harus melalui proses dan izin yang panjang, apalagi sekarang pemerintah memperketat izin jadi harus benar-benar dipersiapkan. Tinggal nunggu waktunya saja. Harapan kedepan khususnya orangtua selain tadi mereka percaya BSI sebagai tempat belajar, kita minta mereka untuk sama-sama bantu BSI dalam hal mengontrol dan membina mahasiswa dan support mereka bagaimana kuliah bisa selesai sesuai dengan masa studi. Kita berharap dapat bertemnu dengan orangtua mahasiswa yang ini tiga tahun kedepan saat wisuda,” katanya.

Pemilihan tema Daya Saing Alumni BSI Dalam Menghadapi Dunia Pekerjaan untuk tema pertemuan kali ini bukan tanpa sebab, diakui Dedi ini dipilih untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki Masyarakat Masyarakat Asean (MEA) ke dunia kerja. Gejala MEA sendiri sudah terasa, sehingga dirinya benr-benar ingin mempersiapkan mahasiswanya agar bisa bersaing minimal di lokal Pontianak.

“Kalau untuk pekerjaan, pertama BSI punya pusat layanan karier yang bertujuan untuk memberikan akses dan jembatan buat para alumni mendapatkan pekerjaan. Kita sudah ada 22 perusahaan yang mou dalam perekrutan karyawan. Kemudian kalaupun melamar sulit karena persyaratan nilai, kami juga bentuk jiwa wirausaha untuk mahasiswa. Ini bentuknya mata kuliah, jadi bisa create sendiri. Modalnya bisa diakali bersama-sama apakah awalnya dicoba online dulu. Sebagai contoh malah ada yang hadir tadi omsetnya bisa Rp 300 juta,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved