Bejat! Seorang Paman Tega Perkosa Dua Keponakannya Hingga Hamil

Kedua korban tersebut harus menanggung beban malu karena hamil 7 bulan dan seorang lagi hamil 4 bulan.

Bejat! Seorang Paman Tega Perkosa Dua Keponakannya Hingga Hamil
Shutterstock
Ilustrasi korban perkosaan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANJARMASIN - Ucapan sumpah serapah langsung kekuar dari mulut Erna setelah mengetahui dua keponakannya hamil.

"Tidak punya perasaan sama sekali," kata pedagang pecah belah di kawasan Pasar Lama Banjarmasin itu setelah mengetahui kabar tentang dua keponakannya.

Erna mengetahui kabar tersebut dari keluarganya di Hulu Sungai Tengah melalui ponsel yang dia terima, Minggu (2/10/2016) usai Salat Subuh.

Ironinya, pelaku penghamilan tersebut paman korban sendiri bernama Ahim yang rumahnya berseberangan dengan korban Jalan Pancasila Rt 9 RW 2 dan 3 Desa Banua Tinggal, Kelurahan Pantai Hambang Barat, Kecamatan Labuan Emas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Sebut saja kedua korban Mawar (25) dan Bunga (20).

Kedua korban tersebut harus menanggung beban malu karena hamil 7 bulan dan seorang lagi hamil 4 bulan.

Setelah menghamili keduanya, Ahim yang merupakan duda tiga anak, kabur dan sampai sekarang tidak ditahui keberadaannya.

Mawar dan Bunga merupakan anak yatim, hanya tinggal dengan ibunya Rus (65), pedagang sayur keliling di Pasar Amuntai dan Barabai.

Erna yang merupakan tante korban mengaku pihaknya terus mencari Ahim untuk meminta pertanggungjawaban.

Erna mengatakan, sebelum peristiwa itu terungkap Mawar bercerita kepada Bunga hamil tujuh bulan. Mendengar pengakuan tersebut Bunga kaget dan menceritakan juga nasib yang dialaminya kepada Mawar.

Erna yang merupakan adik dari ibu kedua korban itu mengatakan, karena pengakuan kedua korban tersebut warga setempat geger.

Pelaku Ahim yang mendengar keributan langsung menghilang. Masih menurut Erna, keponakanya itu tidak berani menceritakan ulah pamannya karena diancam akan dibunuh.

"Sampai sekarang kami mencari keberadaan Ahim. Kasusnya sudah kami laporkan ke polisi setempat," kata Erna yang berdomisili dan berdagang di Pasar Lama Banjarmasin.

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved