Meski Tampak Sangar, Gondrong Tak Selamanya Berkonotasi Negatif

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali keakraban semua fakultas tapi tak hanya itu saja bahkan ada yang bukan dari Untan

Meski Tampak Sangar, Gondrong Tak Selamanya Berkonotasi Negatif
Listya Sekar Siwi
Gondrong- Suasana kehebohan foto bersama mahasiswa gondrong, Sabtu (17/9/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meski identik dengan urak-urakan tetapi mahasiswa-mahasiswa dengan rambut panjang menjuntai dari beberapa universitas dan perguruan tinggi di Pontianak ini ingin membuktikan bahwa gondrong tak selamanya berkonotasi negatif.

Lebih dari seratus orang mahasiswa berambut gondrong angkatan 2014 berkumpul di depan Rektorat Untan dan bergerak menuju Tugu Digulis, dilanjutkan dengan taman digulis dan Gor untuk mengabadikan kebersamaan mereka lewat foto bersama, Sabtu (17/9/2016) sore.

Kegiatan ini cukup menarik perhatian masyarakat yang lewat, tak jarang pengendara menolehkan pandangannya kepada rombongan berbaju hitam tersebut.

Kebersamaan dan kekeluargaan sangat kental terasa ketika Tribun Pontianak bergabung bersama mereka beristirahat di Kantin Yusra selepas befoto di taman digulis. Meski bertampang sangar, tak satupun dari mereka yang tak menyunggingkan senyum ketika di sapa.

Koordinator kegiatan, Candra Pangalayo menuturkan ini adalah moment foto gondrong yang setiap tahunnya di gelar. Setiap kegiatan pasti memiliki tujuan tersendiri, termasuk kegiatan foto bersama ini.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali keakraban semua fakultas tapi tak hanya itu saja bahkan ada yang bukan dari Untan. Tadinya kami berkumpul di rektorat untan, di bundaran bambu runcing dan digulis abis itu ke gor Untan," katanya.

Ia mengaku berinisiatif untuk membuat kegiatan ini bersama-sama temannya setelah sebelumnya mereka tahu bahwa acara serupa juga pernah digelar. Info kegiatan dikatakan Candara disebar melalui Medsoc dan juga dari rekan-rekan yang menyebarkan tiga hari sebelum kegiatan digelar.

"Infonya diberitahukan sebelum pelaksanaan agar setiap fakultas ini tahu bahwa kami bikin seperti ini. Sekali setahunlah kita gelar kegiatan ini untuk saling mengenal sesama gondrong. Kami juga ingin membuktikan sebenarnya itu tidak harus preman yang gondrong, gondrongnya kami ini hanya sebagai penyemangat kami dalam berbagai hal," ungkap pemuda asal Bengkayang tersebut.

Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved