TribunPontianak/

Lecehkan Islam, Sinetron 'Uttaran' Kena Semprit KPI

KPI menjelaskan, adegan tersebut sangat sensitif sehingga berpotensi mematik konflik bernuansa Suku, Agama, Ras...

Lecehkan Islam, Sinetron 'Uttaran' Kena Semprit KPI
ist/intifilm.com
Uttaran 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sinetron India “Uttaran” ditayangkan Antv sedang tersandung masalah.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baru saja menerbitkan surat teguran tertanggal, 23 Agustus 2016 dan bernomor 665/K/KPI/08/16.

Dalam penjelasan suratnya, KPI menyampaikan, telah ditemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 dan Pasal 14 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 Ayat (1) dan Ayat (2) huruf a serta Pasal 15 Ayat (1) pada “Uttaran”.

Pelanggaran terjadi melalui tayangan, 2 Agustus 2016, pukul 19:46 WIB dan, 3 Agustus 2016, pukul 19:01 WIB.

Melalui tayangan tersebut, “Uttaran” menampilkan adegan yang dianggap melecehkan Islam.

“Program tersebut menampilkan adegan seorang wanita melakukan gerakan salat di dalam gerbong kereta api. Kemudian pada tanggal 03 Agustus 2016 pukul 19.01 WIB, wanita yang sama melakukan adegan bom bunuh diri di dalam gerbong kereta,” demikian ditulis KPI sebagaimana dikutip dari laman Kpi.go.id, Jumat (26/8/2016).

“KPI Pusat menilai kedua tayangan tersebut mendiskreditkan agama Islam sebagai agama teroris sehingga muatan demikian tidak dapat ditayangkan karena menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di masyarakat,” lanjutnya.

KPI menjelaskan, adegan tersebut sangat sensitif sehingga berpotensi mematik konflik bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Hal berkaitan dengan SARA harusnya dihormati, bukan dipersepsikan negatif.

"Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai kesukuan, agama, ras, dan antargolongan serta perlindungan remaja,” tulis KPI.

Atas teguran itu, Antv diminta melakukan evaluasi internal agar kasus serupa tak terulang.

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help